Unisba-ULM Perkuat Kolaborasi: Berbagi Pengalaman Perluas Jangkauan

UNISBA dan ULM bertukar pengalaman dalam mengelola mahasiswa asing. Pertemuan ini membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat internasionalisasi kampus.

Unisba-ULM Perkuat Kolaborasi: Berbagi Pengalaman Perluas Jangkauan
SHARING SESSION: Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, bertukar pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi melalui Sharing Session bertajuk “Manajemen Penerimaan Mahasiswa Asing Baik Reguler dan Non Reguler”.(ISTIMEWA)

Oleh: Gin Gin T. Ginulur

Perguruan tinggi tak hanya tumbuh dari ruang-ruang kuliah dan penelitian. Di tengah tuntutan pendidikan yang semakin terbuka, pengalaman dalam mengelola mahasiswa dari berbagai negara juga menjadi bagian penting untuk memperkuat daya saing kampus.

Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin bertukar pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi melalui Sharing Session bertajuk “Manajemen Penerimaan Mahasiswa Asing Baik Reguler dan Non Reguler”.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat 2-3 Gedung LPPM Lantai 3 Unisba, Jalan Hariangbanga No 4-6, Bandung, Kamis (24/9).

Kegiatan diawali sambutan Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba Prof Dr Ratna Januarita, SH., LL.M., M.H., kemudian dilanjutkan sambutan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi ULM Dr Ir Yusuf Azis, M.Sc.

Pembahasan kemudian mengarah pada pengelolaan penerimaan mahasiswa asing, baik reguler maupun nonreguler. Bagi Unisba, pengelolaan mahasiswa asing melibatkan sejumlah unit yang harus bekerja secara terpadu.

Prof Ratna menjelaskan, Unisba melibatkan Kantor Urusan Internasional (KUI), Admisi, dan bidang akademik. Koordinasi juga dilakukan dengan bidang kemahasiswaan dan beasiswa agar pendataan serta pelayanan mahasiswa asing berjalan lebih terintegrasi.

“Karena agendanya terkait dengan mahasiswa asing, untuk saat ini kami melibatkan secara terbatas unit-unit yang memang terkait, yaitu Kantor Urusan Internasional, Admisi, dan Akademik,” ujar Prof Ratna, dalam keterangan persnya.

KUI menjadi salah satu unit yang banyak menangani urusan mahasiswa asing. Namun, koordinasi dengan unit lain tetap diperlukan, mulai dari pendataan mahasiswa, administrasi akademik hingga penerbitan surat keputusan mahasiswa pada tahun berjalan.

Pertukaran pengalaman tersebut juga membuka pembicaraan yang lebih luas. Menurut Prof. Ratna, kerja sama Unisba dan ULM tidak harus berhenti pada pengelolaan mahasiswa asing, tetapi dapat berkembang ke bidang akademik lainnya.

Salah satunya melalui penguatan kolaborasi akademik, termasuk publikasi dan sitasi yang dapat mendukung peningkatan kinerja institusi dalam akreditasi maupun pemeringkatan internasional.

“Harapannya, ini tidak terbatas pada pembahasan atau diskusi yang terkait mahasiswa asing. Mudah-mudahan ini juga bisa berkembang ke unit-unit lain,” tuturnya.

Sementara itu, Dr Ir Yusuf Azis mengatakan ULM tengah berupaya meningkatkan pengelolaan mahasiswa asing sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi lain. (gin)


Editor : Inilahkoran