Musim 2025-2026, Persib bandung Sudah Kantorngi Denda Rp208 Juta
Denda Persib Bandung di musim 2025-2026 ini terus bertambah. Kini Maung Bandung sudah kantongi denda sebesar Rp 208 juta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - denda persib bandung di musim 2025-2026 ini terus bertambah. Kini Maung Bandung sudah kantongi denda sebesar Rp 208 juta.
Total Rp 208 juta tersebut sebagian besar diakibatkan karena ulah pendukungnya sendiri yang memaksa datang saat Persib menjalani laga away.
Dimulai saat bertandang ke markas Persijap Jepara, Arema FC dengan total denda mencapai Rp 50 juta. Lalu Rp 10 juta kepada pemainnya Frans Putros yang mendapatkan kartu merah langsung.
Setelah itu, persib bandung mendapatkan denda Rp 33 juta dari AFC. Pasalnya tidak ada nomor kursi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api saat menjamu Manila Digger di play off AFC Champions League (ACL) Two 2025-2026.
Terbaru, persib bandung mendapatkan denda dari Komisi Disiplin PSSI sebesar Rp 115 juta saat bertandang ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 1 November 2025.
Pelanggaran pertama adalah kehadiran suporter Persib sebagai penonton tim tamu, yang berdasarkan regulasi liga masih tidak diperbolehkan. Atas pelanggaran ini, klub dijatuhi denda Rp 25 juta.
Kedua, Persib harus membayar denda Rp 60 juta karena terjadi penyalaan dua buah flare di tribun selatan, satu buah flare masuk ke area lapangan di bawah tribun selatan dan satu buah flare di tribun sayap selatan yang dilakukan para suporternya.
Ketiga, Persib dijatuhi denda Rp 30 juta karena terjadi pelemparan botol air minum kemasan di tribun selatan yang dilakukan oleh penonton persib bandung.
Deputy CEO PT persib bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan membenarkan sanksi yang dialami timnya. Namun pihaknya memastikan untuk menerima keputusan tersebut.
“Keputusan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kedisiplinan adalah hal penting dalam penyelenggaraan pertandingan. Kami menghargai proses yang ditempuh Komite Disiplin PSSI dan akan mematuhi setiap ketetapan yang berlaku,” ujar Adhitia.
Adhitia menyatakan akan terus mengajak Bobotoh untuk menjaga perilaku saat mendukung persib bandung. Tidak hanya saat bertandang, tapi juga saat menjadi tuan rumah.
Apalagi, lanjutnya, I League selaku operator Super League 2025-2026 masih menerapkan regulasi Liga 1 2025-2026 Pasal 5 Ayat 7 tentang keamanan dan kenyamanan, serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, suporter tim tamu masih dilarang hadir langsung di stadion.
“Kami memahami kerinduan Bobotoh untuk mendampingi tim dimanapun kami bertanding, tapi aturan ini berlaku untuk semua klub dan harus kita patuhi demi keselamatan bersama,” imbuhnya.
Adhitia berharap setiap pihak dapat lebih berhati-hati dan bijak dalam memberikan dukungan. “Kami percaya Bobotoh bisa menunjukkan kedewasaan dalam mendukung Persib. Semangat dan loyalitas Bobotoh adalah kekuatan besar bagi tim, dan kami ingin energi positif itu tetap tersalurkan tanpa melanggar aturan apapun,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


