Denda Persib Musim Tahun Ini Mencapai Rp5 Miliar

Persib Bandung tak bisa terhindar dari denda setiap musimnya. Musim ini, denda yang harus dibayar mencapai lebih dari Rp5 miliar.

Denda Persib Musim Tahun Ini Mencapai Rp5 Miliar
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan memastikan denda tersebut telah merugikan timnya. (muhammad ginanjar)

INILAHKORAN.ID - Persib Bandung tak bisa terhindar dari denda setiap musimnya. Musim ini, denda yang harus dibayar mencapai lebih dari Rp5 miliar.

Paling besar didapatkan saat menjamu Ratchaburi FC di babak 16 besar AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026. 

Persib dijatuhi denda sebesar Rp3,5 miliar serta dilarang menggelar pertandingan dengan penonton di dua laga kandang AFC selanjutnya.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan memastikan denda tersebut telah merugikan timnya. 

“Kalau hitung-hitungan tuh mungkin udah lebih dari Rp5 miliar. Rp5 miliar itu biaya yang bisa digunakan untuk ngerapihin lapangan dari nol, menambah media tanam sampai 30 sentimeter, mengganti rumput, dicopot semua diganti yang baru yang paling bagus itu Rp5 miliar cukup,” ungkap Adhitia di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung.

Meski demikian, dia tak mau membahas lebih jauh. Sebab segala pelanggaran serta denda sudah dijatuhkan kepada Persib Bandung.

Pihaknya hanya bisa mengimbau di laga melawan Persijap Jepara, para Bobotoh bisa mendukung timnya tanpa melanggar aturan hingga menyebabkan sanksi atau denda.

Apalagi, laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Rabu (23/5/2026) merupakan pertandingan terakhir sekaligus penentuan juara Super League 2025/2026.

“Ini adalah hajat dan perayaan kita semua. Utamakan keselamatan dan selama proses perayaan tolong ikuti aturan dan regulasi yang ada. Kami sangat melarang adanya flare, petasan, dan segala macam, spesifik ketika pertandingan berlangsung hingga perayaan angkat piala. Karena prosesi itu berhenti ketika pialanya diangkat,” katanya.

Adhitia memahami beberapa komunitas suporter identik dengan penggunaan flare sesuai dengan kulturnya. Namun, dia berharap hal itu tidak dilakukan sampai perayaan angkat piala selesai.

“Karena itu sangat mengganggu, gelap, terus asapnya juga segala macam, takutnya secara broadcasting enggak bagus, enggak banyak orang yang bisa menikmati. Mangga itu dilakukan tapi nanti ya, tunggu sampai prosesinya selesai. Kami memohon dari awal pertandingan sampai nanti angkat piala jika kita juara tolong ikuti semua aturan yang ada, regulasi yang ada. Setelah itu selesai mangga mau dirayakan di luar stadion mau ada parade dan segala macam, mangga diselenggarakan. Tapi selama acara hingga angkat piala selesai tolong ikuti peraturan dan regulasi yang ada,” tegasnya.


Editor : Doni Ramdhani