Pemerintah Siapkan Sistem Skrining Berlapis untuk Jemaah Haji
Pemerintah menyiapkan sistem skrining kesehatan berlapis untuk jemaah haji untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah menyiapkan sistem skrining kesehatan berlapis sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di masa kepulangan jemaah haji.
“Skrining yang dimaksud adalah pengecekan suhu tubuh melalui thermal scanner dan thermal gun," jelas Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro dikutip Inilahkoran dari keterangan persnya, Minggu 17 Juli 2022.
"Pengecekan tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di Asrama Haji Debarkasi,” sambung Reisa.
Baca Juga: Ubudnya Bogor, Jadi Tuan Rumah Jambore Desa Wisata 2022
Reisa menjelaskan, jika ditemukan jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, maka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes Antigen.
“Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala atau gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang atau berat akan dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19,” lanjut Reisa.
Di sisi lain, bagi jemaah yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi, maka dapat kembali ke rumah dengan imbauan untuk terus memantau kondisi kesehatannya selama 14 hari.
Reisa menuturkan, langkah antisipasi lain yakni menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk menyiapkan 10 hingga 30 persen kapasitas tempat tidur.
“Lalu juga menyiapkan sejumlah tempat isolasi mandiri terpusat, begitu pun penyiapan alkes (alat kesehatan), SDM, obat-obatan, dan APD,” jelas Reisa.
Untuk diketahui, masa kepulangan jemaah haji ke Tanah Air akan berlangsung dalam dua gelombang.
Gelombang pertama pada tanggal 15 hingga 30 Juli 2022 dan gelombang kedua pada tanggal 30 Juli sampai dengan 13 Agustus 2022.***
Editor : inilahkoran


