Neraka Garuda

TIMNAS Indonesia berada di ujung jurang usai takluk kontra 0-3 kontra Vietnam. Laga terakhir melawan Singapura wajib dimenangi.

Neraka Garuda

Mitchell Baker tak mau lari dari kenyataan.Dia mencoba ‘menelan’ mentah-mentah hasil buruk lawan Vietnam untuk kemudian bangkit di laga selanjutnya.

Striker 19 tahun itu melihat masih ada harapan terang meski butuh perjuangan lebih besar. Indonesia, masih bisa lolos ke semifinal dengan satu syarat: menang melawan Singapura.

“Kami hanya memiliki peluang untuk mempertahankan kesempatan itu di Singapura,” kata Baker usai pertandingan melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin malam.

Indonesia menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026.

Tiga gol Vietnam dicetak Nguyen Van Vi pada menit keenam, Nguyen Hai Long pada menit ke-15, dan Nguyen Xuan Son pada menit ke-71.

Kekalahan itu membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dengan enam poin dari tiga pertandingan.

Vietnam memimpin klasemen dengan tujuh poin, unggul selisih gol atas Singapura yang berada di posisi kedua dengan poin sama.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia wajib mengalahkan Singapura pada pertandingan terakhir fase grup yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus untuk menjaga peluang lolos ke semifinal.

Baker menilai timnya harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya dan memanfaatkan kesempatan yang masih tersisa.

Pada laga melawan Vietnam, Baker sempat memperoleh peluang pada babak pertama setelah menerima umpan terobosan Ivar Jenner. Namun, tembakannya masih dapat diamankan kiper Vietnam Patrik Le Giang.

Pemain berusia 21 tahun itu juga nyaris mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-64 saat menyambut umpan Eliano Reijnders, tetapi bola belum mengarah ke gawang.

Indonesia akan menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A yang menjadi penentuan nasib Garuda di Piala AFF 2026.

Pertandingan berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8) malam WIB.

Sementara itu, Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia John Herdman menyebutkan kerapatan formasi tim asuhannya harus diperbaiki untuk menghadapi laga berikutnya pada fase grup Piala AFF 2026.

“Saya rasa bagi kami, kami harus tetap menjaga kerapatan formasi. Baik saat kami menyerang maupun bertahan, formasi harus tetap rapat,” kata John Herdman.

Herdman menjelaskan bahwa selain kerapatan formasi, manajemen permainan juga harus secara lebih baik lagi yang dimulai dari pelatih, bukan dari pemain, dalam mengelola pertandingan.

Dalam pertandingan melawan Vietnam, kata dia, timnya ingin bermain menyerang, mengalirkan permainan ke lini depan atau pertahanan lawan.

Pihaknya tidak ingin menjadi tim yang hanya bertahan di area sendiri dan mengandalkan serangan balik, meski strategi semacam itu membutuhkan keberanian serta memiliki risiko tersendiri.

“Kami hanya harus mempelajari momen-momen yang tepat agar pertahanan kami rapat saat diserang dan transisi bertahan kami terorganisasi dengan lebih baik,” katanya.

Herdman menambahkan bahwa kunci utama adalah manajemen permainan yang lebih baik dan transisi bertahan tim. Kedua aspek itu, kata dia, yang akan dibawa saat bertandang ke markas Singapura pada 7 Agustus mendatang.

“Kami harus tetap bersatu karena kami masih memiliki satu pertandingan lagi untuk dimainkan, dan itu adalah pertandingan yang besar,” katanya.

Kekalahan skuad Garuda dari Vietnam merupakan kekalahan pertama di fase grup setelah memetik dua kemenangan berturut-turut atas Kamboja (5-1) dan Timor Leste (3-0).

Selanjutnya, Indonesia akan melakoni laga terakhir di fase grup melawan Singapura yang menjadi laga krusial yang menentukan nasib untuk melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026. (bsf )


Editor : Inilahkoran