Ngeri!!! 2 Kursi Kepala Dinas Dipertaruhkan di PPDB 2024

Bey Machmudin mengungkapkan, dua kursi kepala dinas definitif yang dipertaruhkan yakni Wahyu Mijaya di Dinas Pendidikan dan Ade Afriandi selaku Kepala Satpol PP Jabar.

Ngeri!!! 2 Kursi Kepala Dinas Dipertaruhkan di PPDB 2024

INILAHKORAN, Bandung - Tidak tanggung-tanggung, dua kursi kepala dinas dipertaruhkan, di pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 agar dapat berjalan lancar dan transparan.

Ini sekaligus menjadi pembuktian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahwa mereka tidak main-main untuk memastikan pelaksanaan PPDB 2024 berjalan sesuai harapan.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengungkapkan, dua kursi kepala dinas definitif yang dipertaruhkan yakni Wahyu Mijaya di Dinas Pendidikan dan Ade Afriandi selaku Kepala Satpol PP Jabar.

Dimana Ade yang turut menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kadisdik Jabar ikut menandatangani pakta integritas dan siap mundur sebagai Kasatpol PP, bila PPDB 2024 tidak berjalan transparan.

"Saya menyambut baik penandatanganan pakta integritas ini. Apalagi Pak Ade walaupun hanya Plh, beliau menandatangani. Berarti kalau ada apa-apa, beliau dicabut yang mana? Dua-duanya, sebagai Plh-nya (Kadisdik) dan sebagai definitif Kasatpol PP-nya," ujar Bey Machmudin usai menyaksikan penandatanganan pakta integritas PPDB 2024 tingkat operator, di SMAN 8, Kota Bandung, Selasa 28 Mei 2024.

Selain itu, Bey Machmudin turut mengapresiasi para operator yang ikut menandatangani pakta integritas, dimana siap mundur dari posisinya jika pelaksanaan PPDB 2024 di Jabar terjadi kecurangan.

"Saya menyambut baik, karena sampai operator (tandatangani pakta integritas). Kalau operator biasanya hanya sebagai pelaksana, sekarang menandatangani pakta integritas dan saya sangat menyambut baik," ucapnya.

Sikap ini lanjut dia, akan menjadi katalisator seluruh panitia pelaksana PPDB 2024 dalam mewujudkan pelaksanaannya secara bersih dan jujur.

"Tentunya ini mendorong kita untuk melakukan PPDB yang bersih, transparan dan betul-betul sesuai aturan," imbuhnya.

Bey Machmudin melanjutkan, launching PPDB dimulai pada 3 Juni mendatang. Dimana nantinya para siswa dapat melakukan pendaftaran secara online, melalui aplikasi Sapawarga.

Dia juga meminta kepada seluruh pihak, untuk tidak segan melaporkan bila ditemukan adanya indikasi kecurangan. Baik itu jual beli kursi, maupun siswa titipan dari oknum tertentu.

"Silakan teman-teman, kalau ada yang tahu. Satu kursi berapa juta, laporkan pada kami. Kami akan tindak tegas. Kami juga kerjasama dengan Saber Pungli, jadi kalau ada titip-titip," imbuhnya.

Tidak hanya itu, PPDB 2024 yang bersih tidak hanya di tingkat SMA/SMK dan SLB. Tetapi juga di kota/kabupaten yang menaungi SD dan SMP.

Dia pun memastikan, pemerintah akan merespon cepat setiap adanya aduan guna menjamin transparansi pelaksanaan PPDB 2024.

"Kami mohon teman-teman media untuk terus beritakan bahwa PPDB 2024 di Jawa Barat, di seluruh kota/kabupaten harus bersih, tidak ada titipan dan tidak ada orang dalam dan sebagainya," pintanya.

Selain itu, Bey Machmudin turut mengimbau kepada orangtua untuk tidak melakukan manuver melakukan kecurangan, bila anaknya gagal atau tidak diterima di sekolah yang diinginkan.

"Mohon diedukasi masyarakat kita, bahwa tidak diterima di sekolah itu (yang diinginkan), bukan akhir dari segalanya. Masih banyak sekolah lain. Mereka menata dengan baik kok. Sekolah swasta juga sudah banyak yang bagus. Jadi artinya jangan hanya tertuju pada satu sekolah. Jadi mulai diberitahukan kepada masyarakat," ujarnya.

Sebab menurutnya, selain rerata sekolah saat ini sudah memiliki kualitas secara merata, juga orangtua sejatinya tidak hanya mengandalkan pendidikan pada sekolah.

"Jangan orangtua memberikan (menyerahkan sepenuhnya) pendidikan pada sekolah. Orangtua bisa mengajarkan juga. Banyak hal lain yang perlu diajarkan, tidak hanya di sekolah, untuk menjadikan anak berkembang sesuai dengan umur dan menjadi manusia seutuhnya," ucapnya.

PPDB 2024 akan dimulai pada 3-7 Juni untuk tahap 1 dan 24-28 Juni pada tahap 2. Total 700 ribuan kuota disiapkan, dengan rincian 300 ribuan kuota di SMK/SMK negeri dan sisanya adalah sekolah swasta.

Pendaftaran PPDB 2024 tingkat SMA, SMK dan SLB akan dibagi dalam empat jalur, yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orangtua atau wali dan prestasi. Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi SapaWarga dan situs resmi Disdik Jabar. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti