Omzet Pelaku UMKM KBB di Ikea Merangkak Naik
Omzet para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang memasarkan produknya di IKEA meningkat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Omzet para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang memasarkan produknya di IKEA Kota Baru Padalarang sudah mulai bisyua tersenm.
Pasalnya, dalam sehari para pelaku UMKM KBB bisa mendapat omzet berkisar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta saat produk mereka dipasarkan di IKEA.
Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, hari ini omzet para pelaku UMKM KBB yang membuka gerai di IKEA Kota Baru Padalarang sedang bagus.
Baca Juga: Hengky Minta Pasar Tagog Rampung Sebelum Lebaran
"Jadi berkat komunikasi kita dengan IKEA, kita tidak bayar sewa, tempat juga tidak bayar listrik. Kemudian UMKM dalam hal ini pengrajin kita support spjn nya dari anggaran pemerintah kita," katanya kepada Inilahkoran, Rabu 15 Desember 2021.
Menurutnya, omzet yang didapat para pelaku UMKM KBB itu lumayan bagus. Makanya, para perajin sekarang sudah mulai mendapat semangat baru.
"Mereka mulai rajin untuk membuat karya. Bahkan nanti kita bikin semacam loba bagi para pengrajin KBB untuk membuat desain atau contoh cenderamata," tuturnya.
Baca Juga: Ini Jurus Jitu Hengky Kurniawan Atasi Jumlah TKA di KBB
"Nanti kalau misalnya itu jadi pilihan kita, itu akan kita produksi. Jadi akan ada order bagi para pengrajin yang ada di KBB," sambungnya.
Ia menyebut, ini sebagai bentuk support Pemda KBB terhadap UMKM lokal. Nantinya, jika ada kunjungan dari daerah lain atau pihaknya ada tugas ke daerah lain bisa membawa cenderamata dari KBB.
"Nah itu yang akan kita order dari para pengrajin KBB. Hingga nanti kita bikin lombanya, mana yang terbaik akan dapat orderan dari Pemda KBB," sebutnya.
Baca Juga: Sikapi Wabah Covid-19, UMKM KBB Inisiatif Produksi Masker
Ia menyebut, kalau tidak salah tahun sebelumnya itu ada anggaran untuk cenderamata sekitar Rp129 juta. Ini kan bisa jadi omzet lagi.
Sementara untuk tahun 2022 itu mungkin tidak akan lagi kunjungan ke luar kota untuk studi banding.
"Jadi kalau misalkan kita ingin belajar sesuatu dari kabupaten/kota lain, SDM dari sana aja kita undang kesini. Jadi acara studi bandingnya digelar di tempat wisata yang ada di KBB. Kita berdayakan pokdarwis kalau panitianya biasa di hotel ya kita sekarang pokdarwis," pungkasnya. *** (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


