Onde Mande Yan Diomande
LIMA pertandingan tanpa gol dan assist sempat membuat Yan Diomande berada dalam sorotan.Kini, perlahan dia membalikkan segala keraguan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Datang ke Real Madrid dengan label pemain mahal, winger berusia 19 tahun itu dituntut segera membuktikan kualitasnya. Diomande mulai menunjukkan alasan Los Blancos berani mengeluarkan dana besar untuk merekrutnya.
Penampilan terbarunya terlihat saat Real Madrid bertandang ke markas Racing Santander di Campos de Sport de El Sardinero, Minggu (1/11) waktu setempat. Di tengah kemenangan meyakinkan 3-0, Diomande mencuri perhatian lewat sebuah gol indah yang lahir dari sepakan voli keras di depan kotak penalti.
Gol tersebut bukan sekadar pelengkap kemenangan Madrid.
Bagi Diomande, itu menjadi gambaran lain dari perjalanan kebangkitannya setelah sempat kesulitan memenuhi ekspektasi pada awal musim.
Madrid mengamankan kemenangan lewat tiga gol yang seluruhnya tercipta pada babak pertama.
Kylian Mbappe membuka keunggulan melalui titik penalti, disusul Jude Bellingham, sebelum Diomande menutup pesta gol El Real.
Tambahan tiga poin membuat Madrid kini mengoleksi 27 poin dan menempati peringkat ketiga klasemen LaLiga. Mereka hanya terpaut satu angka dari Atletico Madrid di posisi kedua dan tiga poin dari Barcelona yang memimpin klasemen.
Namun, perhatian khusus layak diberikan kepada Diomande. Bukan hanya karena golnya, melainkan juga karena kontribusinya sepanjang pertandingan.
Winger asal Pantai Gading itu tampil agresif dan berulang kali merepotkan pertahanan Santander.
Berdasarkan data SofaScore, ia melepaskan tiga tembakan, menciptakan satu peluang melalui umpan kunci, serta membukukan tiga dribel sukses.
Kontribusinya tidak berhenti ketika Madrid kehilangan bola.
Diomande juga mencatatkan satu intersep, satu sapuan, dua tekel sukses, dan memenangi tujuh duel. Ia memperlihatkan bahwa dirinya bukan sekadar pemain yang menunggu kesempatan untuk mencetak gol.
Beban Harga Perjalanan Diomande di Madrid memang tidak langsung berjalan mulus. Didatangkan dari RB Leipzig dengan nilai transfer 125 juta euro pada awal musim, pemain berusia 19 tahun itu datang membawa ekspektasi yang tidak kecil.
Harga transfer tersebut membuat setiap penampilannya seolah menjadi bahan penilaian. Ketika lima laga pertama di LaLiga 2026/2027 berlalu tanpa gol maupun assist, keraguan pun mulai bermunculan.
Di usia yang masih sangat muda, Diomande harus beradaptasi dengan tuntutan bermain di klub sebesar Real Madrid. Tekanan untuk segera memberikan kontribusi tentu bukan perkara sederhana, terlebih ketika ekspektasi publik begitu tinggi.
Dalam enam pertandingan terakhir bersama Los Blancos, ia sudah mengemas empat gol dan tiga assist.
Catatan itu menjadi perubahan signifikan dibandingkan awal musimnya yang sempat berjalan tanpa kontribusi gol.
Penampilannya juga datang pada saat Madrid membutuhkan tambahan tenaga di lini serang.
Absennya Vinicius Junior akibat hukuman larangan bermain empat pertandingan membuat Diomande mendapat ruang lebih besar untuk menunjukkan kemampuannya. (bsf )
Editor : Inilahkoran

