Orang Tua Siswa Protes Diduga MBG Ramadan Tak Sampai Rp10 Ribu
Hari pertama masuk sekolah pasca libur awal Ramadan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diwarnai protes dari sejumlah orang tua siswa penerima program MBG
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Hari pertama masuk sekolah pasca libur awal Ramadan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diwarnai protes dari sejumlah orang tua siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mereka menilai menu makanan yang diterima anak-anaknya diduga tidak sesuai dengan nilai anggaran Rp10 ribu per porsi yang ditetapkan pemerintah.
Keluhan tersebut ramai diunggah melalui berbagai platform media sosial dalam bentuk foto dan video paket makanan, yang dibagikan kepada siswa sekolah dasar dan menengah pertama.
Salah seorang orang tua siswa SD Negeri di Kecamatan Depok, Faizal, mengaku kecewa dengan menu MBG yang diterima anaknya. Menurutnya, paket makanan hanya terdiri dari roti, keripik tempe, susu kotak, dan empat butir kurma.
“Kalau dihitung-hitung, susu sekitar Rp2.000, roti Rp2.000, kurma kira-kira Rp1.000, keripik tempe paling Rp500. Totalnya sekitar Rp5.500, jauh dari Rp10 ribu yang ditetapkan,” ujar Faizal, Selasa 24 Februari 2026.
Ia mempertanyakan kinerja dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilainya tidak transparan dalam pengelolaan anggaran. Faizal bahkan menduga terdapat indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Ini harus diaudit. Kalau memang anggarannya Rp10 ribu per anak, kenapa yang diterima tidak sesuai?” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah orang tua lainnya melalui media sosial. Beberapa di antaranya menyebut menu MBG Ramadan hanya berisi empat telur puyuh, roti, susu, dan kurma, yang dinilai tidak mencerminkan nilai anggaran yang ditetapkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia MBG maupun instansi terkait di Kabupaten Cirebon mengenai dugaan tersebut.
Namun sejumlah orang tua berharap pemerintah daerah dan institusi pengawas segera melakukan evaluasi serta memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan, khususnya dalam momentum Ramadan yang seharusnya menjadi perhatian lebih terhadap pemenuhan gizi siswa.***
Editor : JakaPermana

