Paguyuban PKL Minta Pemkot Realisasikan Rencana Jalan Nyi Raja Permas jadi Zona PKL

Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Nyi Raja Permas meminta Pemkot Bogor untuk segera merealisasikan rencana penataan Jalan Nyi Raja Permas menjadi salah satu zona PKL baru di Kota Bogor. 

Paguyuban PKL Minta Pemkot Realisasikan Rencana Jalan Nyi Raja Permas jadi Zona PKL
Hal tersebut disampaikan Ketua Paguyuban PKL Nyi Raja Permas Umar Sanusi usai melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin pada Selasa 4 November 2025. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Nyi Raja Permas meminta Pemkot Bogor untuk segera merealisasikan rencana penataan Jalan Nyi Raja Permas menjadi salah satu zona PKL baru di Kota Bogor. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Paguyuban PKL Nyi Raja Permas Umar Sanusi usai melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin pada Selasa 4 November 2025.

"Kami tetap mengusulkan agar Pemkot Bogor merealisasikan wacana penataan PKL Nyi Raja Permas sebagai salah satu zona PKL di Kota Bogor. Bila perlu, Pemkot juga dapat menarik retribusi agar PKL bisa ikut berkontribusi terhadap PAD (pendapatan asli daerah)," ungkap pria yang akrab disapa Uci itu.

Uci memaparkan, berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskukmdagin), jumlah pedagang di kawasan tersebut mencapai lebih dari 3.500 orang. Dengan demikian, dirinya menilai potensi ekonomi tersebut dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan bagi Kota Bogor.

"Kalau setiap hari dua ribu pedagang saja berjualan, dikalikan sebulan atau setahun, itu bisa memberikan kontribusi besar bagi pembangunan  dan kesejahteraan masyarakat. Lebih baik dikelola oleh pemerintah daripada uangnya diambil oleh oknum tidak jelas," paparnya.

Uci menjelaskan, bahwa pihaknya sejak lama mendukung upaya penataan PKL di Kota Bogor secara tertib dan terarah. 

"Saya sejak di Taman Topi, lalu pindah ke Nyi Raja Permas hingga ke Blok F, tidak pernah melakukan intervensi kepada pedagang. Penataan PKL ini harus melibatkan orang-orang yang memang sejak awal ikut membantu program penataan di Kota Bogor," tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi mengatakan Pemkot Bogor akan segera menindaklanjuti aspirasi para pedagang dengan menggelar rapat koordinasi lintas dinas.

"Tadi saya mendampingi Pak Wakil Wali Kota bersama Pak Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Besok kami akan rapat dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perumkim, dan instansi terkait lainnya untuk membahas konsep penataan agar lebih baik," terang Denny.

Denny menambahkan, Pemkot Bogor menargetkan kawasan Nyi Raja Permas dapat ditetapkan sebagai zona PKL UMKM baru mulai tahun depan.

"Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi. Sekarang kami sedang menyiapkan data dan mengecek kembali data lama dari Perindag dan UMKM. Setelah itu baru konsepnya akan difinalisasi," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani