Pangkas Jalur Distribusi, Bantuan Pangan Beras Tahap Kedua Bakal Disalurkan Sekaligus

Bantuan pangan tahap dua akan segera didistribusikan oleh Bapanas pada Agustus 2026 secara sekaligus kepada 33,24 juta KPM

Pangkas Jalur Distribusi, Bantuan Pangan Beras Tahap Kedua Bakal Disalurkan Sekaligus
Bantuan pangan tahap dua akan segera didistribusikan oleh Bapanas pada Agustus 2026 secara sekaligus kepada 33,24 juta KPM

INILAHKORAN.ID – Badan pangan Nasional (Bapanas) memastikan sebanyak 997,2 ribu ton beras bantuan pangan tahap kedua siap disalurkan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Proses pendistribusian direncanakan mulai berjalan pada Agustus mendatang secara sekaligus (one shoot).

"Program prorakyat bantuan pangan yang merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai salur secara one shoot atau secara sekaligus pada Agustus mendatang," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, saat dikonfirmasi di Medan, Sumatera Utara, seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/7/2026).

Ketut menyampaikan, total beras sebanyak 997,2 ribu ton tersebut akan digelontorkan kepada 33,24 juta KPM. Masing-masing keluarga nantinya bakal menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram (kg) untuk alokasi tiga bulan.

Sebelumnya, bantuan pangan tahap pertama diklaim telah tuntas dan berjalan optimal dengan realisasi mencapai 99,7 persen. Sisa 0,3 persen yang belum tersalurkan hanya berada di beberapa wilayah terpencil di Papua, Sumatera, dan Sulawesi. Evaluasi positif ini diharapkan mampu membuat pelaksanaan tahap kedua berjalan jauh lebih baik.

Sebagai catatan, realisasi tahap pertama (alokasi Februari dan Maret 2026) telah berhasil menyasar 33,14 juta KPM dengan total beras tersalurkan sebanyak 664,88 ribu ton dan minyak goreng 132,97 ribu kiloliter.

Jika akumulasikan, total bantuan pangan beras sepanjang tahun 2026 ini diproyeksikan mencapai 1,66 juta ton. Angka tersebut melonjak signifikan hingga 133,83 persen dibandingkan realisasi sepanjang tahun 2025 yang hanya mencatatkan total 710,78 ribu ton beras untuk alokasi 4 bulan.

"Tahap kedua diputuskan akan disekaliguskan di bulan Agustus, mungkin bisa sampai lewat September karena kondisi geografis. Nanti kalau anggaran sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu Bapak Kepala Bapanas akan langsung menugaskan Bulog," tutur Ketut.

Saat ini, pihak Bapanas tengah menunggu hasil reviu dari Kementerian Keuangan terkait pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Langkah ini merupakan bagian dari rekomendasi perbaikan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelum Bapanas menerbitkan surat penugasan resmi kepada Perum Bulog.

Bapanas optimis dengan masifnya guyuran bantuan pangan yang menyentuh hampir 1 juta ton ini akan menjadi faktor kuat penekan harga beras di pasaran. Ketika harga di tingkat konsumen stabil, maka angka inflasi pun dipastikan bakal lebih terkendali.

"Bayangkan 33 juta KPM dikali tiga bulan, berarti hampir 1 juta ton beras yang langsung diterima konsumen. Otomatis kebutuhan orang membeli beras di pasar akan berkurang. Nah, ini pasti akan sedikit mengerem inflasi," papar Ketut.

Upaya ini nantinya juga akan disokong oleh program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas komoditas pokok seperti beras, daging ayam, dan telur.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa beras tidak lagi menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar. Hal ini menyusul keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional selama dua tahun terakhir berkat sinergi kuat antarlembaga dan intervensi pasar yang masif.


Editor : Ahmad Sayuti