Jaga Stabilitas Harga, Bapanas Gelontorkan 678 Ribu Ton Beras SPHP hingga Juli 2026
Bapanas mencatat realisasi distribusi beras program SPHP telah mencapai 678,87 ribu ton hingga minggu kedua Juli 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN. ID - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 678,87 ribu ton hingga minggu kedua Juli 2026. Capaian ini menunjukkan peningkatan masif sebesar 274% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya berkisar di angka 181,17 ribu ton.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa penyaluran berjalan sesuai rencana (on the track). Kelancaran ini didukung oleh cadangan stok beras yang melimpah, yakni lebih dari 5 juta ton yang saat ini dikelola oleh Perum Bulog.
"Penyaluran beras SPHP sepanjang awal Januari sampai pertengahan Juli 2026 totalnya mencapai 678,87 ribu ton. Target total tahun ini 828 ribu ton dan realisasinya sudah di atas 55 persen. Karena sekarang sudah di pertengahan tahun, ini artinya on the track," ujar Maino dikonfirmasi di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Selasa (14/7/2026).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang disalurkan secara berkala, distribusi beras SPHP pada tahun 2026 ini digelontorkan sepanjang tahun tanpa jeda guna menjaga stabilitas harga secara konsisten.
Perluasan Jalur Distribusi dan Standar beras
Bapanas menegaskan intervensi pasar tidak lagi hanya berpusat di pasar tradisional, melainkan diperluas melalui sembilan jalur penetrasi langsung ke masyarakat.
Jalur distribusi tersebut mencakup pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, outlet binaan pemda, koperasi BUMD/instansi, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog yang mencapai 80 ribu titik, hingga ritel modern.
Adapun beras SPHP yang disalurkan memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Kemasan: 5 Kilogram
- Kualitas: beras Medium
- Spesifikasi Teknis: Tingkat pecahan (brankas) maksimal 25% dan kadar air maksimal 14% sesuai standar pemerintah.
Daftar Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP 2026
Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan harga yang adil, baik bagi petani di sisi hulu maupun masyarakat sebagai konsumen di sisi hilir. beras SPHP dijual dengan harga yang terjangkau sesuai dengan zonasi wilayah:
|
Zonasi Wilayah |
Cakupan Daerah |
HET per Kilogram |
|
Zona 1 |
Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi |
Rp12.500 |
|
Zona 2 |
Sumatra (kecuali Lampung & Sumsel), NTT, Kalimantan |
Rp13.100 |
|
Zona 3 |
Maluku, Papua |
Rp13.500 |
"Hari ini petani senang karena harga gabah di tingkat produsen baik, bahkan ada yang sudah Rp7.500 hingga Rp8.000 per kg. Satu sisi petani happy, tapi di sisi lain kita juga harus mengawal agar konsumen di hilir menerima harga yang wajar," pungkas Maino.
Editor : Ahmad Sayuti

