Pariwisata Masih Sulit Berkembang, Ini Sebabnya Kata Disparbud Jabar
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Ani Widiani mengakui, pariwisata di Jabar masih sulit berkembang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Ani Widiani mengakui, Pariwisata di Jabar masih sulit berkembang.
Sebabnya kata Ani, kurangnya kepedulian baik masyarakat sekitar daerah wisata, maupun pemerintah setempat dalam mengeksploitasi potensi wisata mereka.
Contoh sederhananya kurangnya kepedulian kata dia, adalah masih banyaknya sampah di daerah wisata.
"Karena apa? Mungkin karena memang dari Pemdanya belum secara serius melihat untuk mengelola secara kota atau secara kabupaten gitu," ujarnya di Kota Bandung baru-baru ini.
Masalah ini sambung dia, terbilang krusial dan menjadi penyebab krisis Pariwisata di Jabar. Lantaran menyebabkan wisatawan jadi malas berlibur ke Jawa Barat.
"Tampaknya ini perlu dikelola oleh tingkat kota dan kabupaten yang memang belum pernah secara serius menangani ini," ucapnya.
Isu serius kedua yang dapat berdampak buruk bagi citra Pariwisata di Jabar kata Ani, adalah persoalan pungutan liar (pungli) yang hingga kini belum serius ditangani oleh semua pihak.
"Seperti parkir dimahalin, beli minum dimahalin, lalu skema-skema pungli lain yang sangat mengganggu citra Pariwisata Jabar yang nampaknya juga belum serius ditangani, karena kan sesungguhnya yang bekerja tidak hanya sektor Pariwisata tapi juga komponen lain dari stakeholders lainnya," paparnya.
Hal ini menurut Ani, perlu perhatian serius karena bisa mengancam kelangsungan dari realisasi investasi ekonomi kreatif di Jawa Barat di mana untuk Investasi tahun 2023 dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp15 triliun dan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp7,4 triliun, dan di 2024 meningkat PMA nya sebanyak Rp35 triliun dan PMDN Rp8 triliun. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

