Parkir Liar di Depan SDIT Al Fatih Katapang Bikin Resah Pengguna Jalan di Kabupaten Bandung
Para pengguna di Jalan Raya Bandung-Soreang mengeluhkan parkir liar di badan jalan di depan sebuah SDIT Al Fatih Katapang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Para pengguna di Jalan Raya Bandung-Soreang mengeluhkan parkir liar di badan jalan di depan sebuah SDIT Al Fatih Katapang.
Adanya parkir liar di SDIT Al Fatih Katapang yang mayoritas diisi kendaraan milik para orang tua siswa itu kerap mengundang kemacetan arus lalu lintas setiap tiba waktu penjemputan.
Berdasarkan pantauan lapangan, kendaraan roda empat yang banyak terparkir di parkir liar SDIT Al Fatih Katapang itu menggunakan badan jalan seberang sekolah tersebut kerap membuat kemacetan arus lalu lintas.
Terlebih, lokasi sekolah dan tempat kendaraan roda empat yang banyak diparkir itu berdekatan dengan pertigaan Jalan Raya Bandung-Soreang dan belokan jalan yang mengarah ke Jalan Raya Katapang-Andir arah ke Kantor Kecamatan Katapang.
Setiap hari, kemacetan arus lalu lintas, terjadi pada saat penjemputan siswa sekitar pukul 13.00-14.00 WIB.
"Ini kan jalur padat ya dari Jalan Raya Bandung-Soreang. Begitu juga dari arah Jalan Raya Katapang banyak kendaraan keluar menuju Jalan Raya Bandung-Soreang, nah pas keluar macet gara-gara parkiran mobil di badan jalan depan sekolah swasta itu," kata Ade Wardana (29) salah seorang pengguna jalan, Jumat 19 Juli 2024.
Sebaiknya, kata Ade, pihak sekolah menyediakan taman parkir khusus untuk kendaraan milik para orant tua siswa. Tidak menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir, karena memacetkan arus lalu lintas dari ketiga arah.
"Jalan itu kan hak publik, nah kalau ini kan kepentingan mereka. Seharusnya pihak sekolah juga menyiapkan lahan parkir dong, jangan seenaknya mengambil keuntungan terhadap fasilitas publik," ujarnya.
Ade juga menyayangkan sikap petugas baik Kepolisian maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung tidak melakukan penertiban. Padahal, sudah jelas terjadi kesalahan di depan mata tapi dibiarkan saja.
"Apa karena para orang tua siswa yang memarkirkan kendaraan itu milik orang-orang kaya dan orang penting di Kabupaten Bandung, jadi enggak berani menertibkan," katanya.
Editor : Doni Ramdhani


