Pasokan Terbatas Dorong Kenaikan Harga Pangan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yogo Triastopo
INILAH, Bandung - Pagi belum terlalu tinggi ketika aktivitas pasar mulai ramai. Pedagang menata sayuran, ayam potong, dan berbagai kebutuhan dapur di tempatnya masing-masing. Namun ada satu hal yang ikut berubah: harga.
Bagi pembeli, kenaikan beberapa ribu rupiah mungkin terlihat kecil. Tetapi ketika hampir setiap kebutuhan dapur mengalami tekanan harga, selisih kecil itu perlahan terasa di ujung bulan.
Di Kota Bandung, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan kini menjadi perhatian pemerintah. Sayuran dan ayam potong menjadi beberapa komoditas yang mengalami tekanan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kenaikan tersebut tidak terlepas dari ketidakseimbangan antara permintaan dan produksi.
“Kenaikan harga pangan terjadi karena permintaan meningkat, sementara jumlah produksinya tidak mengalami peningkatan yang sebanding,” kata Farhan, Selasa (1/9).
Pasar hanya mengikuti hukum sederhana. Ketika semakin banyak orang membutuhkan barang, sementara barang yang tersedia tidak bertambah dalam jumlah yang sama, harga akan bergerak naik.
Di situlah pemerintah mencoba menjaga agar pergerakan tersebut tidak berubah menjadi beban yang terlalu berat bagi masyarakat.
Harga pangan tidak hanya ditentukan di tempat petani memanen hasilnya. Ada perjalanan panjang sebelum sayuran dan ayam tiba di pasar-pasar Kota Bandung. Karena itu, distribusi menjadi salah satu perhatian pemerintah.
Barang harus tersedia. Pasokan harus bergerak. Kualitasnya harus tetap terjaga ketika sampai di tangan konsumen. “Yang dilakukan adalah memastikan barang tersedia di setiap pasar. Distribusi harus berjalan ke setiap pasar, dan pemerintah juga memastikan kualitas barang yang beredar,” ujar Farhan.
Bagi pemerintah, memastikan pasokan tetap mengalir menjadi salah satu cara meredam tekanan harga.
Sebab ketika satu pasar kekurangan barang, harga dapat bergerak lebih cepat.
Sebaliknya, ketika pasokan tersedia dan distribusi berjalan lancar, ruang bagi kenaikan harga dapat dipersempit.
Namun menjaga distribusi saja tidak selalu cukup. Ketika harga sudah telanjur naik, pemerintah membutuhkan intervensi agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Salah satunya melalui bazar pasar murah. Program tersebut menjadi salah satu cara pemerintah menghadirkan komoditas pangan dengan harga yang diharapkan lebih bersahabat bagi masyarakat. Selain itu, distribusi bantuan pangan nasional juga masih berjalan.
Saat ini bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat di sembilan kecamatan di Kota Bandung. Bagi sebagian warga, bantuan pangan bukan sekadar program pemerintah, tapi berkurangnya satu pengeluaran dari daftar kebutuhan rumah tangga. (gin)
Editor : Inilahkoran

