Pembangunan Halte BRT Bandung Hampir Setengah Jalan
Kota Bandung mempercepat pembangunan ratusan halte Bus Rapid Transit (BRT) off corridor, sebagai bagian dari upaya menuju sistem transportasi massal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kota Bandung mempercepat pembangunan ratusan halte Bus Rapid Transit (BRT) off corridor, sebagai bagian dari upaya menuju sistem transportasi massal yang lebih terintegrasi. Proyek, digarap masif dengan total 256 titik halte di wilayah Bandung Raya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, progres pembangunan saat ini sudah melampaui 40 persen. Bahkan, pengerjaan di lapangan disebutnya hampir menyentuh angka 50 persen meski masih menunggu verifikasi data terbaru.
“Sudah lebih dari 40 persen, mendekati 50 persen. Tapi angka pastinya masih harus kami cek kembali,” kata Rasdian Setiadi, Jumat (1/5/2026).
Dari total 256 titik halte yang dibangun di kawasan cekungan Bandung, sebanyak 232 titik berada di wilayah Kota Bandung. Jumlah tersebut, menunjukkan dominasi pembangunan berada di dalam kota guna memperkuat akses transportasi publik bagi warga.
Menurut Rasdian, pembangunan fisik yang telah mencapai sekitar 40 persen itu merupakan akumulasi dari keseluruhan proyek. Pengerjaan, dilakukan secara bertahap di berbagai titik strategis.
Halte BRT off corridor tersebut, dirancang dengan konsep mixed traffic yakni menyatu dengan lalu lintas kendaraan umum yang sudah ada. Konsep itu, diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jalur khusus.
“Konsepnya mixed traffic, jadi nanti akan bercampur dengan kendaraan umum lainnya,” ucapnya.
Secara rinci, proyek mencakup pembangunan 172 bus pole, 80 small shelter dan 4 big shelter. Variasi jenis halte tersebut, disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lokasi. "Ditargetkan seluruh pembangunan halte off corridor ini selesai di 2026 sesuai timeline," ujar dia.***
Editor : JakaPermana

