Pembebasan Lahan Underpass Gatsu, Pemkot Cimahi Gelontorkan Rp36 Miliar
Pemkot Cimahi menggelontorkan anggaran hingga Rp36 miliar untuk pembebasan lahan Underpass Gatru
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menggelontorkan anggaran sebesar Rp36 miliar untuk pembangunan Underpass di ruas Jalan Gatot Subroto – Jalan Baros.
Rencananya, anggaran tersebut bakal digunakan secara khusus untuk pembebasan lahan seluas 3.000 meter yang penting seiring meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api, termasuk Kereta Feeder Whoosh.
"Pembagian tugas sudah jelas, di mana kami bertanggung jawab penuh terhadap pengadaan tanah, sementara proses konstruksi fisik menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Jumat (24/4/2026).
Ngatiyana menyebut, lahan yang bakal dibebaskan mencakup area milik berbagai instansi, mulai dari TNI, Kantor Pos, hingga PT Telkom.
"Saat ini, seluruh tahapan administrasi telah rampung dan tinggal menunggu jadwal pelelangan pekerjaan dari tingkat provinsi agar pembangunan bisa segera dimulai fisiknya pada Mei atau Juni mendatang," jelasnya.
Ngatiyana menerangkan, pembangunan infrastruktur ini bukan tanpa alasan kuat. Sebab selain untuk memangkas antrean kendaraan yang kerap terjadi, keberadaan Underpass juga menjadi jawaban atas aturan pemerintah yang menuntut penghapusan perlintasan sebidang.
Lebih jauh, faktor keselamatan menjadi prioritas utama mengingat intensitas kereta yang kini sangat padat, bahkan bisa lewat setiap 15 hingga 30 menit sekali, sehingga potensi risiko kecelakaan harus diminimalisir semaksimal mungkin.
"Cimahi bertanggung jawab untuk pembebasan lahan sekitar 3.000 meter persegi. Ada yang punya TNI, Kantor Pos, PT Telkom, semuanya sudah dialokasikan di anggaran Rp36 miliar itu," paparnya.
Lebih lanjut Ngatiyana menjelaskan, pembangunan fisik nanti bakal dilaksanakan oleh Pemprov Jabar. "Sekarang kita sedang menunggu proses lelang. Mudah-mudahan di bulan Mei atau Juni sudah bisa dilaksanakan pekerjaan fisiknya," ucapnya.
Ngatiyana juga memaparkan urgensi pembangunan Underpass tersebut Pertama, untuk menghilangkan perlintasan sebidang sesuai aturan Kementerian Perhubungan.
"Kedua, mengurai kemacetan parah. Dan yang terpenting, mengurangi risiko kecelakaan," ujarnya.
Saat ini, frekuensi kedatangan kereta sangat tinggi lantaran adanya Kereta Feeder Whoosh. Bahkan, setiap setengah jam bahkan seperempat jam sudah ada kereta yang lewat.
"Kalau dibiarkan perlintasan sebidang, bahayanya sangat besar. Makanya Underpass ini solusi mutlak yang harus dibangun," pungkasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

