Pemkab Bandung Gelar Pelatihan Kewirausahaan, Bahasa Jepang dan Korea
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan, Pelatihan Bahasa Jepang dan Pelatihan Bahasa Korea. Para peserta pelatihan ini dipersiapkan menjadi wirausaha muda san pekerja migran ke negara
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung melaksanakan pelatihan kewirausahaan, Pelatihan Bahasa Jepang dan Pelatihan Bahasa Korea. Para peserta pelatihan ini dipersiapkan menjadi wirausaha muda san pekerja migran ke negara
Jepang dan Korea Selatan, dalam upaya menciptakan 50.000 wirausaha muda dan lapangan kerja baru di Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, bahwa suatu negara maju itu dengan angka pengangguran terbuka 2 sampai 3 persen, dan maksimal di angka 4 persen.
"Angka pengangguran tidak bisa diangka nol persen, karena setiap perkembangan usia berpengaruh pada angka pengangguran terbuka. Seperti halnya lulusan SLTA, sudah masuk pada usia produktif, usia angkatan kerja," kata Dadang di Soreang, Kamis 17 April 2025.
Dadang mencontohkan, negara Singapura yang merupakan negara maju masih ada angka pengangguran.
"Bohong suatu negara nol atau zero angka pengangguran. Itu tidak bisa," ujarnya.
Kewajiban pemerintah dalam hal ini, Dadang mengatakan, dalam rangka membuka lapangan kerja dan membuka angkatan kerja serta membuka peluang usaha bagi angkatan kerja dibutuhkan terobosan dan strategi.
"Tentu Kabupaten Bandung sudah melakukan langkah-langkah inovasi untuk kemajuan bangsa dan negara," katanya.
Dadang menyebutkan, bahwa pihaknya berusaha untuk menaikkan kuota peserta pelatihan bahasa Jepang dan pelatihan bahasa Korea pada tahun 2025 ini.
"Sebelumnya dengan kuota 100-120 orang per tahun. Insya Allah tahun ini dinaikkan kuotanya 500 persen, yaitu menjadi 500 orang," katanya.
Dadang menjelaskan, bahwa pekerja migran Indonesia, khususnya asal Kabupaten Bandung yang sudah bekerja di Korea maupun Jepang sudah bisa menikmati pendapatannya.
"Pendapatannya Rp 25 juta sampai Rp 40 juta per bulan. Biaya hidupnya bisa mencapai Rp 10 juta," ujarnya.
Dadang mengatakan, pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Korea yang dilaksanakan Dinas Ketenagakerjaan ini merupakan masuk pada program 100 hari kerja Bupati Bandung pada periode kedua.
"Insya Allah sekitar 500 orang dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri. Maka saya berharap sebelum berangkat kerja ke Korea dan Jepang, untuk memanfaatkan pelatihan ini, fokus dan disiplin," katanya.
Dadang mengajak kepada para peserta pelatihan yang sudah mendapatkan perhatian dari Dinas Ketenagakerjaan untuk bersyukur. Ia berharap para peserta pelatihan dapat memahami bahasa Jepang dan bahasa Korea, untuk persiapan bekerja di negara tersebut.
Ia juga berharap kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan secara serius dan tentunya bisa berhasil dengan kategori lulus.
Editor : Ahmad Sayuti

