Pemkab Kucurkan Rp50 Juta Bagi Rumah Hancur Akbat Longsor Ciseupan Bungbulang

Pemkab Garut akan mengucurkan bantuan bagi warga yang bangunan rumahnya hancur diterjang longsor di Kampung Ciseupan Desa Gunamekar Kecamatan Bungbulang selatan Kabupaten Garut untuk pembangunan kembali rumahnya.

Pemkab Kucurkan Rp50 Juta Bagi Rumah Hancur Akbat Longsor Ciseupan Bungbulang

INILAHKORAN, Garut - Pemkab Garut akan mengucurkan bantuan bagi warga yang bangunan rumahnya hancur diterjang longsor di Kampung Ciseupan Desa Gunamekar Kecamatan Bungbulang selatan Kabupaten Garut untuk pembangunan kembali rumahnya.

Setiap satu bangunan rumah diberikan dana kerohiman sebesar Rp50 juta.
Di Kampung Ciseupan sendiri terdapat sebanyak enam unit bangunan rumah hancur diterjang longsor pada 25 Oktober 2022.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, bantuan dana kerohiman sebesar Rp50 juta itu diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat dan hilang akibat longsor. Dana tersebut untuk pembangunan kembali rumah warga terdampak di tempat aman.

Sedangkan kekurangannya, Rudy berharap hal itu dapat dipenuhi dari bantuan pemerintah desa setempat atau pihak lain.

Berkenaan dengan masih banyaknya warga bertahan tinggal di rumah yang berada di daerah rawan terancam bencana longsor, Rudy berharap warga bersangkutan bersedia pindah ke tempat lain yang lebih aman.

"Kami pun sudah meminta, ini ada beberapa rumah kurang lebih ada sebelas rumah ya yang nanti bergoyang-goyang. Nah, nanti awal tahun depan, setelah mereka punya lahan, coba nanti kita negosiasi untuk dipindahkan,” kata Rudy saat mengunjungi lokasi bencana di Kampung Ciseupan Desa Gunamekar Kecamatan Bungbulang, Kamis 3 November 2022.

Selain bangunan rumah, di Desa Gunamekar juga terdapat jembatan Cirompang yang hancur diterjang banjir.

"Ada Instruksi Menteri Dalam Negeri, Bupati boleh menggunakan BTT (Belanja Tak Terduga) untuk (bencana) hidrometeorologi. Kita perbaiki untuk masyarakat Gunamekar menuju akses pasar, menuju akses sekolah ke tempat ini (dan jembatan ini) membahayakan," ujarnya.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Garut Ahmad Mulyana, berdasarkan hasil verifikasi, kondisi rumah warga penyintas longsor di Kampung Ciseupan sangat memprihatinkan dan sudah tidak laik huni.

Dia pun berharap warga yang sudah mendapatkan bantuan dana kerohiman untuk pembangunan rumah tidak lagi tinggal di lokasi rawan bencana, melainkan di tempat lain yang lebih aman.

Camat Bungbulang Budi Sihabudin menyebutkan, ada sebanyak tujuh unit rumah warga terdampak serta tiga unit bangunan rumah ambruk terkena bencana longsor pada 25 Oktober 2022 itu. Jumlah masyarakat terdampak sendiri mencapai sebanyak 15 kepala keluarga setara 45 jiwa. Tidak ada korban jiwa.(zainulmukhtar)


Editor : Ahmad Sayuti