Pemkot Bandung Dorong ABK Masuk Sekolah Formal dan SLB Sesuai Kebutuhan
Pemkot Bandung terus mendorong pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK),
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Bandung terus mendorong pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), melalui jalur sekolah formal maupun sekolah luar biasa (SLB) sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing anak.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, hak pendidikan bagi ABK harus dijamin dan tidak boleh ada diskriminasi dalam bentuk apa pun.
“Setiap anak punya hak untuk belajar. Baik itu di sekolah formal atau SLB, yang terpenting adalah penempatannya sesuai dengan kebutuhan anak. Pemkot akan mendampingi proses ini,” kata Erwin pada Sabtu 14 Juni 2025.
Menurut ia, kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bandung dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada ABK dan keluarganya.
Pihaknya juga tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap keluarga dengan ABK agar kebijakan yang diterapkan lebih tepat sasaran, termasuk dalam bidang pendidikan.
Erwin menekankan, beban yang ditanggung keluarga ABK bukan hanya ekonomi. Tetapi juga sosial dan psikologis. Banyak orang tua yang kesulitan mendapatkan akses informasi dan pendidikan untuk anaknya. Apalagi jika berada di kelompok masyarakat kurang mampu.
“Pendidikan adalah jembatan masa depan. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan ABK tertinggal hanya karena akses dan fasilitas yang belum merata,” ujar dia.
Erwin mengatakan, Dinsos Kota Bandung akan menjadi sektor penggerak dalam mengoordinasikan dukungan lintas dinas termasuk Disdik untuk memastikan ABK bisa mengikuti pendidikan sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung pendidikan inklusif. Sekolah, guru dan masyarakat sekitar diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih terbuka dan ramah bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.
“Kita ingin Bandung menjadi kota inklusif, yang membuka ruang belajar untuk semua anak. Tanpa terkecuali,” tandasnya. *
Editor : Firda Rachmawati

