Pemkot Bandung Gandeng PT Pos Terkait Pengembangan UMKM

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan PT Pos Indonesia berencana melakukan sejumlah kerja sama untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya membuat inkubasi bisnis di 30 kecamatan

Pemkot Bandung Gandeng PT Pos Terkait Pengembangan UMKM

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan PT Pos Indonesia berencana melakukan sejumlah kerja sama untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya membuat inkubasi bisnis di 30 kecamatan.

“Ada tiga hal yang kita ingin kerjasamakan untuk pengambangan UMKM. Salah satunya inkubasi bisnis di 30 kecamatan. Kita secara bertahap akan coba di 1 atau 2 lokasi, selanjutnya dikembangkan di wilayah lain,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Jumat 14 Maret 2025.

Menurut ia, Pemkot Bandung dengan PT Pos akan menghadirkan fasilitas bagi UMKM agar bisa terus tumbuh.

“UMKM diberikan pelatihan. Belajar juga dari PT Pos soal pengembangan produk. Kita berdagang secara online, bagaimana menggunakan divice, soal logistik menjual di marketplace. Artinya bisa kerja sama di situ,” ucapnya.

Selain pengembangan UMKM, Farhan pun terkait dengan penyaluran bantuan sosial dan operasi pasar. “Kita juga melihat ada program di PT Pos yaitu operasi pasar dan penyalur bantuan sosial. Ini juga akan kita kolaborasi,” ujar dia.

Direkrut Utama PT Pos, Faizal Rochmad Djoemadi mengaku, siap mendukung program Pemkot Bandung. Terkait program UMKM, ada sejumlah hal yang perlu dipahami oleh pelaku UMKM.

Di antaranya terkait promosi, distribusi, finansial dan edukasi.

“Kami akan mendukung program Pemkot Bandung. Insyallah kerja sama baik ini membawa kebaikan dan kasejahteraan. Di sini (PT Pos) UMKM yang terdaftar sekitar 865 ribu. Ada beberapa kantor Pos juga menjadi jadi UMKM Center,” kata Faizal Rochmad Djoemadi.

Faizal menuturkan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Pemkot Bandung untuk menghadirkan UMKM Center. Rencananya di Kantor Pos Bandung Asia Afrika, Cabang Kopo dan Agen Pos Fajar (Kopo).

"Meski baru tiga lokasi. Seiring berjalan waktu akan terus dikembangkan ke daerah lainnya," ucapnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti