Pemkot Bandung Gelar Pages & Plates Festival 2026, Big Bad Wolf Hadir di Bikasoga

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat melalui Pages & Plates Festival 2026.

Pemkot Bandung Gelar Pages & Plates Festival 2026, Big Bad Wolf Hadir di Bikasoga
Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi Kaniasari saat menjelaskan, penyelenggaraan Pages & Plates Festival 2026 sebagai upaya memperkuat budaya literasi di Kota Bandung./INILAHKORAN-Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat melalui Pages & Plates Festival 2026.

Tidak sekadar menghadirkan bazar buku, festival ini memadukan literasi, kuliner, dan aktivitas komunitas agar minat membaca tumbuh lewat pengalaman yang lebih menyenangkan dan dekat dengan masyarakat.

Festival yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung itu akan berlangsung di Bikasoga Sport Center pada 3-9 Agustus 2026. Untuk pertama kalinya, bazar buku internasional Big Bad Wolf Books dipadukan dengan festival kuliner serta berbagai kegiatan edukatif dalam satu kawasan.

Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi Kaniasari atau yang akrab disapa Kenny, mengatakan konsep tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang menginginkan budaya literasi hadir lebih dekat dengan masyarakat.

"Pak wali menginginkan semangat literasi itu hadir langsung di tengah masyarakat. Karena itu kami mengemasnya menjadi Pages & Plates Festival, bukan sekadar bazar buku, tetapi menjadi festival yang menggabungkan literasi, kuliner, dan ruang kreativitas masyarakat," kata Kenny, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, konsep tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya datang untuk membeli buku, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas bersama keluarga. Dengan pendekatan festival, membaca diharapkan menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan dan inklusif.

"Kami ingin menghadirkan festival yang terintegrasi. Jadi masyarakat datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga bisa mengikuti berbagai aktivitas literasi, menikmati kuliner, berdiskusi sampai berekreasi bersama keluarga," ujarnya.

Selama tujuh hari pelaksanaan, pengunjung dapat mengikuti beragam kegiatan, mulai dari storytelling anak, lokakarya kreatif, talkshow, hingga panggung ekspresi komunitas. Festival kuliner yang dikurasi komunitas Keuken juga akan menjadi daya tarik tersendiri untuk melengkapi pengalaman pengunjung.

Kenny berharap Pages & Plates Festival dapat menjadi agenda tahunan Kota Bandung yang tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap buku, tetapi juga memperkuat identitas Bandung sebagai kota kreatif dengan budaya literasi yang kuat.

"Harapan kami, festival ini bisa menjadi event tahunan yang semakin memperkuat identitas Kota Bandung sebagai kota kreatif sekaligus kota yang memiliki budaya literasi yang kuat," katanya.

Sementara itu, Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan 10 tahun kehadiran Big Bad Wolf di Indonesia. Kolaborasi dengan Pemkot Bandung juga menjadi kali pertama bazar buku tersebut digelar di pusat Kota Bandung.

"Selama 10 tahun kami hadir di Indonesia, baru kali ini kami bisa mengadakan event di pusat Kota Bandung. Kami memiliki visi yang sama dengan Pemkot Bandung untuk meningkatkan literasi masyarakat dan menjadikan membaca bukan sekadar gaya hidup, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari," ujar Marthius.

Dalam festival tersebut, Big Bad Wolf menghadirkan lebih dari satu juta buku dari berbagai kategori dengan harga mulai Rp25.000 hingga Rp75.000. Seluruh rangkaian acara dapat dinikmati secara gratis tanpa tiket masuk, dengan target kunjungan mencapai lebih dari 20 ribu pengunjung setiap hari.***


Editor : JakaPermana