Pemkot Libatkan Komunitas Tentukan Jalur Sepeda

Pemkot Libatkan Komunitas Tentukan Jalur Sepeda
JALUR AMAN: Sejumlah pesepeda melintas di ruas jalan Kota Bandung beberapa waktu lalu. Pemkot Bandung tengah memetakan jalur aman bagi pengguna sepeda dengan meminta bantuan komunitas.

Oleh: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Mengayuh sepeda di Kota Bandung tak selalu menghadirkan rasa tenang. Di tengah padatnya lalu lintas, pesepeda masih harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor tanpa perlindungan jalur khusus. 

Beberapa kecelakaan yang menimpa pesepeda pun menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan masih menyisakan pekerjaan rumah.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung memilih memulai langkah dari mereka yang paling memahami kondisi jalan: para pesepeda sendiri.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, hingga saat ini Kota Bandung belum memiliki jalur sepeda khusus yang benar-benar memberikan perlindungan bagi penggunanya. Sebelum menentukan kebijakan, pemerintah ingin lebih dulu mendengar pengalaman dan masukan dari komunitas pesepeda.

"Belum ada, terus terang. Jadi sekarang ini Dinas Perhubungan sedang melakukan komunikasi yang sangat intens dengan komunitas-komunitas sepeda agar mereka bisa memberikan rekomendasi kepada kita," kata Farhan, Senin (3/8).

Menurutnya, komunitas pesepeda memiliki pengalaman langsung menghadapi kondisi lalu lintas setiap hari. Karena itu, mereka dinilai paling mengetahui ruas jalan yang berisiko maupun jalur yang relatif lebih aman untuk dilalui.

"Jalur-jalur apa saja yang dianggap berisiko, dan mana jalur-jalur yang lebih aman untuk para pesepeda," ujarnya.

Masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun langkah peningkatan keselamatan bersepeda di Kota Bandung. Bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga penataan ruang jalan yang lebih ramah bagi seluruh pengguna.

Namun bagi Farhan, keselamatan pesepeda tidak semata-mata bergantung pada hadirnya jalur khusus. Budaya saling menghormati di jalan juga menjadi bagian penting yang harus dibangun bersama.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung akan memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai keselamatan bersepeda kepada masyarakat. Harapannya, keberadaan pesepeda semakin dipahami dan dihargai oleh seluruh pengguna jalan.

Momentum Jambore Sepeda Lipat Nasional yang akan digelar di Kota Bandung pun akan dimanfaatkan sebagai ruang kampanye keselamatan berlalu lintas.

"Sosialisasi ini menjadi sangat penting, dan akan kita manfaatkan momentumnya nanti pada saat kita menjadi tuan rumah Jambore Sepeda Lipat Nasional. Insyaallah itu akan dilakukan," kata Farhan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan komunitas pesepeda, Pemkot Bandung berharap dapat merumuskan langkah yang lebih tepat dalam menghadirkan jalan yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua. (gin)


Editor : Inilahkoran