Pemkot Matangkan Jalan Layang MA Salmun untuk Motor dan Pejalan Kaki
Pemkot Bogor mematangkan pembangunan flyover Jalan MA Salamun, Kecamatan Bogor Tengah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor mematangkan pembangunan flyover Jalan MA Salamun, Kecamatan Bogor Tengah. Perlintasan sebidang kereta api yang biasa dilalui pejalan kaki juga pemotor ini diubah menjadi fly over untuk keamanan pengguna jalan.
"Jadi untuk perlintasan MA Salmun tidak ditutup total, malah akan dibangun flyover untuk keselamatan penggunanya. Kemarin Komisi V DPR RI sudah melihat langsung kondisi lapangan dan akses warga yang sangat vital," ungkap Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dikonfirmasi pada Minggu (14/6/2026).
Jenal memaparkan, kemarin sempat ada isu yang berkembang mengenai rencana penutupan total akses perlintasan sebidang di kawasan Jalan MA Salmun. Pembangunan flyover dipilih karena tetap menjaga konektivitas masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
"Jadi tidak ditutup total, tetapi dibangunkan flyover hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua atau motor saja. Karena kan dilintasi selama ini pejalan kaki dan motor," paparnya.
Terpisah, Anggota Komisi V DPR RI, Hamka Baco Kady menuturkan, bahwa pihaknya sudah melakukan kunjungan spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Bogor pada Jumat (12/6/2026) siang.
"Karena Presiden RI telah menyiapkan anggaran Rp4 triliun untuk membenahi seluruh perlintasan sebidang di Indonesia. Kota Bogor menjadi salah satu prioritas. Nantinya akan dibangun flyover dan underpass," ungkap Hamka.
Hamka menjelaskan, kunjungan ke Stasiun Bogor dilakukan untuk meninjau berbagai persoalan yang ada, termasuk perlintasan sebidang di Jalan MA Salmun, terutama dari sisi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
"Khusus terkait perlintasan sebidang, ini menjadi fokus pembahasan kami bersama pemerintah daerah, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dan seluruh unsur terkait," jelasnya.
Hamka membeberkan, dengan anggaran yang telah disiapkan pemerintah pusat tersebut, pihaknya akan terus mengawal pelaksanaannya karena keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama sebagaimana arahan Presiden. Khususnya di sektor transportasi, keselamatan perjalanan kereta api harus terjamin dengan baik.
"Oleh karena itu, tugas masing-masing kementerian akan dibagi. Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Danantara melalui program CSR, Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan flyover dan underpass, serta Kementerian Perhubungan," bebernya.
Hamka meminta agar disusun peta jalan (road map) penyelesaian perlintasan sebidang dalam tiga tahun terakhir dan lima tahun ke depan.
"Kami meminta adanya road map penyelesaian perlintasan sebidang karena persoalan ini berpotensi menimbulkan korban yang lebih besar," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana


