Pemprov Jabar Bakal Siapkan Psikolog di Sekolah, Genjot Kompetensi Pedagogik Guru

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal menyiapkan psikolog di sekolah, guna menggenjot kompetensi pedagogik para guru.

Pemprov Jabar Bakal Siapkan Psikolog di Sekolah, Genjot Kompetensi Pedagogik Guru
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal menyiapkan psikolog di sekolah, guna menggenjot kompetensi pedagogik para guru.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal menyiapkan psikolog di sekolah, guna menggenjot kompetensi pedagogik para guru.

Ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 18 Juni 2025.

Sekda Herman menerangkan, guru harus memiliki kompetensi pedagogik atau ilmu yang mempelajari tentang pendidikan, khususnya pendidikan anak, serta prinsip dan metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

Nantinya, para guru dapat mengetahui tentang psikologis anak, sehingga dapat menyiasati dalam memperlakukan anak per individu.

"Bahkan kami sedang mempersiapkan, sekarang desain," ujarnya.

Selain itu, berdasarkan hasil pertemuannya dengan Dinas Pendidikan Jabar, disepakati bahwa wali kelas harus mampu mengenal anak satu per satu.

"Misalnya satu kelas ada 40 murid, maka wali kelas harus tahu satu-satu anak, harus tahu profil satu-satu anak. Kami juga sudah kerjasama dengan ikatan psikologi klinis," ucapnya.

"Nanti ke depan kita dorong anak-anak, bukan hanya yang di barak ya, tapi juga yang di sekolah ada pemeriksaan psikologi, sehingga guru-guru memperlakukan anak itu spesial. Karena anak ini kan unik, setiap anak itu kan hebat, cuma beda-beda," imbuhnya.

Sehingga diharapkan, bila ada kenakalan remaja, wali kelas sudah mengetahui permasalahannya dan metode penyelesaiannya.

"Jadi kalau ada kenakalan remaja, ada dinamika, betul-betul dipahami keunikan anak itu. Jadi tidak dalam posisi anak nakal. Anak-anak itu kan baik semua, anak itu hebat semuanya, cuma persoalannya kan ada dinamika sosial sehingga anak-anak mungkin melakukan hal yang tidak diinginkan," kata dia.

Maka dari itu, pihaknya berharap melalui sejumlah treatment ini, mampu mengeliminasi kenakalan remaja di Jabar.

"Nah ini kan tanggungjawab kita, makanya harus welas asih kita dalam mengelola anak ini, agar mereka menjadi orang-orang hebat, kalau nggak pakai welas asih, silih asah, asih, asuh hanya pakai logika aja kan susah," tandasnya.***


Editor : JakaPermana