Pemprov Jabar Benahi Fasilitas Lapangan Gasibu
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yuliantono
INILAH, Bandung - Lapangan Gasibu biasanya diwarnai langkah-langkah kecil para pelari. Ada yang datang untuk menjaga kebugaran, ada yang sekadar berjalan mengitari lintasan, sementara sebagian lainnya mencari teduh di bawah pepohonan.
Namun, mulai Selasa (1/9), rutinitas itu harus berhenti sementara. Lapangan Gasibu ditutup hingga awal 2027 untuk menjalani penataan dan perbaikan fasilitas.
Penutupan tersebut menjadi jeda bagi salah satu ruang publik paling dikenal di Kota Bandung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin mengembalikan kualitas Gasibu setelah sejumlah fasilitas, terutama lintasan olahraga, mengalami penurunan akibat tingginya intensitas penggunaan.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan kondisi lintasan memang sudah membutuhkan perbaikan. Sebagai salah satu pengguna Gasibu, ia mengaku mengetahui langsung kondisi fasilitas yang selama ini digunakan masyarakat.
“Gasibu itu ditata. Ya saya kebetulan salah satu pengguna Gasibu juga. Jadi tahu persis track-nya itu kondisinya kan harus diperbaiki, karena itu fasilitas publik ya, ruang publik,” ujar Herman.
Gasibu bukan sekadar hamparan lapangan di tengah kota. Ruang terbuka itu telah menjadi tempat warga berolahraga, berjalan, berkumpul, hingga sekadar menghabiskan waktu.
Karena itu, perbaikannya semestinya tidak berhenti pada mengganti bagian lintasan yang rusak. Ada tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan ruang publik tersebut tetap nyaman, aman, dan layak digunakan setelah dibuka kembali.
Herman mengatakan kondisi fasilitas yang menurun juga menyimpan risiko bagi pengguna. Lintasan yang tidak lagi baik, misalnya, dapat membuat warga terjatuh ketika berolahraga.
“Jangan sampai karena track-nya kurang baik, kemudian kan bisa apa tijalikeuh (jatuh) ya kalau kata orang Sunda mah. Ya kan? Ya jangan sampai ada kejadian yang tidak kita harapkan,” katanya.
Penataan juga akan menyentuh wajah kawasan. Pemerintah memastikan pembenahan akan menyesuaikan lanskap yang sudah ada, antara unsur alam dan fasilitas buatan.
Harapannya, Gasibu tidak kehilangan karakter sebagai ruang terbuka. Perubahan tidak harus selalu berarti pembangunan besar-besaran.
Herman bahkan memastikan tidak akan ada pembangunan infrastruktur baru yang terlalu signifikan. Fokusnya adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas fasilitas yang sudah tersedia.
(gin)
Editor : Inilahkoran

