Pemprov Jabar Dorong BRT Bandung Raya Jadi Solusi Kemacetan
Bandung dilabeli sebagai kota termacet di dunia. Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar menilai kemacetan Bandung merupakan pekerjaan rumah bersama antara Pemprov Ja
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bandung dilabeli sebagai kota termacet di dunia. Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar menilai kemacetan Bandung merupakan pekerjaan rumah bersama antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung.
Dhani mengaku tidak mengetahui secara pasti peringkat Bandung dalam indeks TomTom Traffic Index 2025 tersebut. Namun, Dishub Jabar memastikan kemacetan Bandung masih berada di posisi atas melampaui Jakarta.
Hal itu diakuinya menjadi tantangan serius bagi Dishub Jabar bersama pemerintahan kabupaten/kota, terutama di wilayah perkotaan dan metropolitan. Kali ini, pihaknya mengusung Bus Rapid Transit BRT Bandung Raya sebagai transformasi Metro Jabar Trans (MJT).
"Fokus utama yang terus didorong yakni penguatan transportasi umum dan angkutan massal, agar masyarakat kembali meninggalkan kendaraan pribadi. BRT Bandung Raya ini mengarah ke sana," kata Dhani, Selasa 27 Januari 2026.
Ia mengakui, minat masyarakat terhadap angkutan umum terus menurun dari tahun ke tahun. Namun, Dhani optimistis kebiasaan tersebut dapat diubah melalui kehadiran layanan yang nyaman, andal, dan terjangkau yang terangkum dalam BRT Bandung Raya.
Menurutnya, pengembangan BRT Bandung Raya sebagai transformasi MJT itu merupakan bagian dari upaya mengikis stigma Bandung sebagai kota termacet. Konkretnya, upaya dilakukan dengan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
“Nah, ini salah satu bentuk upaya kita menghadirkan layanan kepada masyarakat sehingga nanti stigma atau penilaian Bandung sebagai kota termacet, hilang mudah-mudahan,” ungkapnya.
Terkait tarif, Dhani menegaskan MJT dirancang ramah kantong. Tarif umum dipatok Rp4.900, berlaku untuk jarak sejauh apa pun. Sementara pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas mendapatkan tarif khusus Rp2.000.
Bahkan, layanan feeder tetap gratis, selama masih dalam rentang waktu yang ditentukan, dengan sistem tap kartu pembayaran elektronik.
“Kalau umum tarifnya adalah Rp4.900. Sejauh apapun jaraknya, dari Jatinangor ke (ITB) Rp 4.900, kemudian khusus untuk pelajar, lansia dan disabilitas itu mendapat diskon khusus, jadi tarif khusus Rp 2.000,” tuturnya.
Agar layanan MJT berjalan optimal, Dhani juga membuka ruang evaluasi dari pengguna. Ia meminta masyarakat tak ragu menyampaikan keluhan atau masukan melalui hotline yang tersedia di setiap bus, maupun melalui akun media sosial resmi Dishub Jabar.
Dhani menambahkan, seluruh armada MJT kini telah terintegrasi dengan aplikasi Mitra Darat untuk melakukan pemantauan posisi bus, sehingga penumpang dapat mengetahui estimasi waktu kedatangan secara real time.
“Posisi busnya nanti ketahuan, ada diaplikasi, jadi kalau busnya ternyata masih 5 menit lagi kita bisa melakukan estimasi atau standby menunggu,” ujarnya.
Di sisi lain, Dhani juga mengingatkan masyarakat hingga 2027 mendatang sejumlah ruas jalan di Kota Bandung akan terdampak proyek pembangunan BRT Bandung Raya.
“Tahun ini sampai dengan 2027 nanti beberapa jalan di Kota Bandung akan terkena dampak proyek pembangunan BRT Bandung Raya,” ucapnya.
Ke depan, sistem BRT Bandung Raya akan diperkuat 21 koridor jalur khusus menjadi fondasi transportasi massal modern dan terintegrasi bagi kawasan metropolitan Bandung Raya. Skema itu pun sekaligus ujian nyata apakah Bandung mampu keluar dari lingkaran kemacetan kronis.
Editor : Doni Ramdhani

