Pemprov Jabar Optimalkan Kader, Cegah Tawuran Antar Pelajar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengoptimalkan kinerja kader dan relawan, guna mencegah maraknya tawuran yang terjadi antar pelajar sekolah.

Pemprov Jabar Optimalkan Kader, Cegah Tawuran Antar Pelajar
Foto ilustrasi tawuran antar pelajar

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengoptimalkan kinerja kader dan relawan, guna mencegah maraknya tawuran yang terjadi antar pelajar sekolah.

Dimana terbaru, satu orang pelajar di Kabupaten Bogor meninggal dunia, akibat tawuran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Siska Gerfianti menuturkan, pihaknya akan mendorong kader dan relawan memberikan edukasi dari rumah ke rumah, terkait dampak tawuran sekaligus pola asuh dalam keluarga.

"Upaya kami sendiri dengan pendekatan langsung kepada keluarga-keluarga rentan melalui relawan lapang kami yaitu, motekar maupun teladan KB," kata Siska baru-baru ini.

Menurutnya, pencegahan dan pengawasan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan peran serta orang tua dan masyarakat, terutama dalam pola pengasuhan di keluarga.

"Pemerintah tidak bisa melakukan pengawasan tunggal terhadap para pelajar, butuh kerja sama sektoral seluruh pemangku kepentingan," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga membuka layanan hot line di nomor 08522206777 atau dapat juga menghubungi SAPA 129 dan aplikasi SAPAWARGA, jika menemukan atau mengalami tindak kekerasan.  

Sebelumnya, seorang pelajar SMK Bina Teknologi, Ahmad Rafy Al Hakim (17), meninggal dunia akibat tawuran di Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin (9/9/2024) silam.

Korban ditemukan tergeletak di selokan dengan luka tusuk di bagian perut. tawuran antar kelompok pelajar ini terjadi di Jalan SKB Kandang Roda, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Cibinong, Kompol Waluyo, mengatakan, tawuran ini terjadi Senin (9/9/2024) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB oleh petugas keamanan Kemensos STIS, Syamsudin, yang sedang melakukan patroli di lokasi kejadian.

"Syamsudin mendengar keributan di luar pagar sekitar pukul 17.00 WIB. Saat menghampiri lokasi, ia melihat sekelompok pelajar yang diduga baru saja terlibat tawuran," ujarnya.

"Korban sempat dilarikan ke RS AYSHA, namun dinyatakan meninggal dunia," terangnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti