Pemprov Jabar Tergiur Bantuan Gratis Atasi Banjir, Sampah dan Transportasi dari Asing

Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera bersurat ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), usai mendapatkan tawaran bantuan gratis bantuan asing.

Pemprov Jabar Tergiur Bantuan Gratis Atasi Banjir, Sampah dan Transportasi dari Asing
Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera bersurat ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), usai mendapatkan tawaran bantuan gratis bantuan asing.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera bersurat ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), usai mendapatkan tawaran bantuan gratis dalam menyelesaikan persoalan banjir, sampah dan transportasi dari negara asing.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menuturkan, pihaknya mendapatkan tawaran hibah dari sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang dan China untuk mengurai persoalan yang tengah dihadapi. Terlebih, kajiannya pun telah ada dan siap dieksekusi.

Maka dari itu, secepatnya Pemprov Jabar akan bersurat ke Bappenas agar direstui untuk pembangunannya.

"Kami akan segera mengirim surat ke Bappenas untuk pengajuan tiga proyek tersebut. Proyek ini tidak menggunakan APBN maupun APBD, karena nantinya akan ada hibah dari Jerman, Jepang, dan China," ujar Erwan di Kota Bandung, baru-baru ini.

Untuk transportasi, yakni sky train di kawasan Banding Raya. Sedangkan penanganan banjir, difokuskan pada kawasan Bandung Selatan dengan membuat kolam retensi.

Terakhir, terkait masalah sampah yakni berupa insinerator ramah lingkungan, di mana kelak akan ditempatkan pada titik strategis di 27 kabupaten/kota.

"Rencananya dari Jerman akan ada hibah 500 unit insinerator mini. Nanti ditempatkan di lokasi seperti pasar-pasar dan ruang publik untuk membantu menyelesaikan persoalan sampah untuk semua tempat yang membutuhkan. Di 27 kabupaten/kota, tetapi akan diprioritaskan ke wilayah yang memiliki persoalan sampah paling banyak," katanya.

Ia pun memastikan, insinerator mini hibah dari Jerman ini, bukan seperti mesin pada umumnya, karena tidak akan menimbulkan polusi berkat inovasi teknologi dari Eropa.

"Teknologinya sudah teruji di Eropa, karena ini langsung dari Jerman. Saat ini kami sedang membahas teknis pengajuannya," tandasnya.***


Editor : JakaPermana