Pemprov Jabar Berikan Apresiasi Bagi Pelaku dan Pendukung Usaha di UMKM Juara Award 2022

Pemprov Jabar Berikan Apresiasi Bagi Pelaku dan Pendukung Usaha di UMKM Juara Award 2022
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum

INILAHKORAN, Kabupaten Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan bagi pelaku dan pendukung usaha terbaik pada ajang UMKM Juara Award 2022, di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu lalu.

Sembilan koordinator daerah, enam pelaku UMKM, 27 pendamping UMKM kabupaten/kota dan 27 UMKM kabupaten/kota terpilih menjadi yang terbaik se-Jawa Barat dan berhak menerima apresiasi dari Pemprov.

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, perhelatan tersebut merupakan upaya Pemprov melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil (Diskuk) dalam memotivasi serta mengevaluasi pengembangan UMKM pada saat ini.

“UMKM Juara Award untuk memberikan motivasi kepada para pelaku UKM untuk terus bergerak dan bekerja lebih semangat lagi. Juga sebagai evaluasi, apakah mereka (UMKM) dapat penghargaan atau tidak dari pemerintah. Kalau dapat harus dipertahankan, kalau yang belum harus ditingkatkan,” ujarnya.

Pak Uu –sapaan Uu Ruzhanul Ulum menambahkan, UMKM Juara Award 2022 adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan UMKM. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari memberikan pendampingan, sokongan anggaran, hingga kebijakan agar pelaku usaha dapat menerima kemudahan dalam akses permodalan melalui Bank bjb lewat program Kredit Mesra.

Dia berharap, gelaran UMKM Juara Award dapat digelar secara berkelanjutan dan diikuti oleh pemerintah kota atau kabupaten, dalam memberikan dukungan kepada pelaku UMKM untuk terus maju berkembang.

“Kalau hanya mengandalkan di tingkat provinsi itu terbatas. UMKM kan ribuan. Tetapi di tingkat kabupaten/kota ini bisa menyebar, menyentuh kepada UMKM yang ada di wilayah-wilayah tersebut,” ucapnya.

Sementara Kepala Diskuk Jabar Kusmana Hartadji memaparkan, UMKM Juara Award menargetkan sekitar empat ribu UMKM, 150 orang pendamping umum, 27 orang kontributor daerah dan pelaku usaha sebanyak 27 UMKM per pendamping. Dia pun bersyukur, beragam upaya yang dilakukan berbuah dengan adanya peningkatan status.

Dimana usaha mikro naik kelas menjadi usaha kecil, bertambah hingga 15,5 persen. Demikian dengan usaha kecil yang turut terkatrol menjadi usaha menengah, bertambah hingga 6,5 persen. Sementara UMKM juga meningkatkan kualitas melalui perizinan, naik sekitar 49,9 persen. Sedangkan serapan tenaga kerja di sektor UMKM telah mencapai delapan ribu orang. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti