Penghentian Sementara Usaha Tambang Diputuskan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dianggap Tindakan Tangan Besi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Anggota Komisi IV DPRD Jabar Doni Maradona Hutabarat menegaskan, Keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penghentian sementara usaha tambang dianggap sebuah tindakan tangan besi.
Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor tersebut meminta Dedi Mulyadi untuk introspeksi diri karena jajaran Dinas Perhubungan dianggap gagal menegakkan aturan jam operasional truk khusus tambang.
"Terjadinya pelanggaran aturan jam operasional truk khusus tambang beberapa waktu lalu, mengakibatkan warga Tangerang memarahi petugas Dishub Kabupaten Bogor. Hal itu terjadi karena kegagalan penegakkan aturan dan apalagi, saya mendengar tidak ada personel Dishub Jawa Barat di lokasi," kata Doni Maradona Hutabarat kepada wartawan, Selasa 30 September 2025.
Politisi PDIP itu menuturkan, harusnya usaha tambang tidak dibekukan dengan tangan besi. Pasalnya, masyarakat yang hidup dari usaha tambang yang legal pun bakal terganggu kehidupan ekonominya.
Sementara, persoalan utamanya yaitu pelanggaran jam operasional truk khusus tambang tidak disentuh dan dievaluasi.
"Harusnya Gubernur Jawa Barat introspeksi diri terlebih dahulu, apakah mereka sudah membantu penegakkan aturan jam operasional truk khusus tambang, lalu apakah mereka selama ini sudah berkomunikasi dengan Gubernur Bante Andra Soni terkait deadlock komunikasi relaksasi jam operasional truk khusus tambang antara Bupati Bogor dengan Bupati Tanggerang," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan tambang atau jalan khusus tambang, adalah tugas pengusaha tambang, sesuai UU Minerba Nomor 2/2025.
Jika tidak sanggup, maka pembangunan jalan khusus tambang bisa dikerjakan bersama-sama dengan pihak lain, termasuk Pemprov Jawa Barat yang memiliki kewenangan perijinan usaha tambang.
"Harusnya pembangunan jalan khusus tambang ini dilakukan oleh pengusaha, pihak swasta atau dengan Pemprov Jawa Barat. Jangan sampai terjadi lagi, kecelakaan lalu lintas antara truk khusus tambang dengan kendaraan masyarakat sekitar usaha tambang," jelas Doni Maradona Hutabarat.
Selain penegakkan jam operasional truk khusus tambang, ia pun berharap, keberadaan kantong-kantong parkir dimaksimalkan.
"Kedepan, keberadaan kantong-kantong parkir dimaksimalkan. Jadi tidak ada kendaraan truk khusus tambang yang masuk dari Bogor dari Tanggerang atau sebaliknya diluar jam operasional," harapnya.
Editor : Doni Ramdhani


