Pengusaha Lokal Mengeluh, Dinas Bina Marga Cimahi Klaim Produk U-Ditch BEF Penuhi Standar Kualitas dan TKDN Tertinggi

Pemkot Cimahi melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Hendra angkat suara terkait keluhan para pengusaha lokal tentang kebijakan yang mewajibkan penggunaan produk dengan merek tertentu yang dinilai  merugikan secara finansial dan menghambat potensi keuntungan bagi kontraktor lokal.

Pengusaha Lokal Mengeluh, Dinas Bina Marga Cimahi Klaim Produk U-Ditch BEF Penuhi Standar Kualitas dan TKDN Tertinggi
Hendra menjelaskan, pemilihan produk U-Ditch dari merek BEF dalam proyek-proyek infrastruktur kota didasarkan pada standar kualitas yang terpenuhi serta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tertinggi di antara tiga produsen yang telah diverifikasi. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Pemkot Cimahi melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Hendra angkat suara terkait keluhan para pengusaha lokal tentang kebijakan yang mewajibkan penggunaan produk dengan merek tertentu yang dinilai  merugikan secara finansial dan menghambat potensi keuntungan bagi kontraktor lokal.

Hendra menjelaskan, pemilihan produk U-Ditch dari merek BEF dalam proyek-proyek infrastruktur kota didasarkan pada standar kualitas yang terpenuhi serta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tertinggi di antara tiga produsen yang telah diverifikasi.
 
"Dari hasil verifikasi bersama PBJ, BEF memiliki TKDN dan kualitas paling tinggi serta keberlanjutan produksi yang terjamin," kata Hendra, Minggu 9 November 2025. 

"Kami tetap menjaga kualitas agar sesuai standar dan mudah dalam pemeriksaan di lapangan," sambungnya.
 
Hendra menyebut, proses penetapan pemenang penyedia barang dilakukan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Cimahi. 

Pihaknya hanya menindaklanjuti hasil tersebut dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
 
"Siapa pun yang ditetapkan PBJ sebagai pemenang, kami arahkan untuk pelaksanaannya. Kalau ternyata dari luar Cimahi, tetap akan kita bantu sesuai aturan," ujarnya. 

"Tapi kalau pengusaha lokal bisa bersaing dalam kualitas dan administrasi, tentu kami lebih senang," lanjutnya.
 
Pihaknya mendorong pengusaha dan kontraktor lokal untuk terus meningkatkan kemampuan melalui program pembinaan dan sertifikasi jasa konstruksi yang difasilitasi oleh pemerintah. 

Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing perusahaan Cimahi di tingkat regional dan nasional.
 
"Banyak pengusaha Cimahi sebenarnya mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional. Tinggal yang baru muncul harus mau upgrade dan manfaatkan pelatihan serta sertifikasi yang sekarang gratis dari pemerintah," jelasnya.
 
Menanggapi keluhan terkait biaya tambahan pengiriman dan pemasangan U-Ditch, Hendra menjelaskan bahwa hal itu terjadi lantaran proses setting di lokasi tidak termasuk dalam ongkos pengiriman.
 
"Nanti kami akan koordinasi lagi dengan pihak supplier agar ada win-win solution, supaya kontraktor tidak terlalu terbebani. Kalau perlu, biaya setting dibicarakan kembali agar lebih adil," tambahnya.
 
"Ke depan, Bidang Bina Marga berencana membuka peluang bagi lebih banyak penyedia dengan kualitas setara agar proses pengadaan semakin kompetitif dan tetap mengedepankan standar mutu terbaik," tandasnya. 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengusaha lokal di Kota Cimahi mengeluhkan tingginya harga material beton pracetak jenis U-Ditch dan biaya pengiriman yang dianggap memberatkan dalam proyek-proyek infrastruktur pemerintah kota. 

Tak cuma itu, para pengusaha ini juga menyoroti kebijakan yang mewajibkan penggunaan produk dengan merek tertentu yang dinilai tidak hanya merugikan secara finansial, namun juga menghambat potensi keuntungan bagi kontraktor lokal.


Editor : Doni Ramdhani