Permudah Orang Tua saat SPMB 2025, Disdik Kota Bandung Buka Layanan Satu Pintu

Disdik Kota Bandung membuka layanan help desk satu pintu di depan kantor pelayanan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sistem penerimaan murid baru SPMB 2025.

Permudah Orang Tua saat SPMB 2025, Disdik Kota Bandung Buka Layanan Satu Pintu
Layanan Disdik Kota Bandung itu bertujuan memudahkan para orang tua atau wali siswa dalam menyampaikan pengaduan dan menyelesaikan permasalahan administrasi selama proses pendaftaran SPMB 2025. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Disdik Kota Bandung membuka layanan help desk satu pintu di depan kantor pelayanan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sistem penerimaan murid baru SPMB 2025.

Layanan Disdik Kota Bandung itu bertujuan memudahkan para orang tua atau wali siswa dalam menyampaikan pengaduan dan menyelesaikan permasalahan administrasi selama proses pendaftaran SPMB 2025.

"Help desk ini terintegrasi langsung dengan beberapa instansi. Semua kami pusatkan di satu lokasi, agar masyarakat tidak perlu berpindah-pindah untuk menyelesaikan satu persoalan," kata Plt Sekdis Disdik Kota Bandung Edi Suparjoto, Senin 26 Mei 2025.

Menurutnya, sebagian besar pengaduan yang masuk berkaitan dengan data kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK), KTP aktif dan akta kelahiran. Namun demikian, hingga saat ini tidak ditemukan kendala yang bersifat signifikan.

"Kalau ada orang tua datang dan mengeluh data anaknya hilang atau tidak ditemukan, petugas kami langsung melakukan pengecekan berdasarkan NIK. Sistem kami sudah terintegrasi, sehingga bisa diketahui sumber datanya dari mana. Apakah DTKS atau lainnya. Prosesnya cepat dan akurat," ucapnya.

Edi menjelaskan, masyarakat juga bisa langsung mengurus dokumen yang kurang atau belum aktif di tempat. "Kalau akta kelahiran belum aktif, bisa langsung dihidupkan dan dicetak di sini juga. Jadi tidak perlu menunggu lama," ujarnya.

Ia juga memastikan, proses seleksi akan dilakukan secara otomatis melalui sistem aplikasi yang dimulai pada 23 hingga 27 Mei. Masyarakat dapat langsung memantau posisi urutan peserta setiap hari selama periode seleksi.

Guna mencegah gangguan teknis, pihaknya telah menyiapkan genset cadangan, penambahan bandwidth serta peningkatan kapasitas server. Koordinasi juga dilakukan dengan PLN dan penyedia layanan internet.

"Tahun lalu, sekitar 60 ribu pengguna mengakses aplikasi secara bersamaan dan alhamdulillah semua berjalan lancar. Tahun ini kami lebih siap lagi secara infrastruktur dan pelayanan," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani