Perpustakaan Gasibu Dihancurkan, Pemprov Jabar Janjikan Layanan Literasi Digital

Bangunan Perpustakaan Gasibu telah dihancurkan, sebagai bagian dari proyek penataan kawasan Gedung Sate yang terintegrasi dengan Lapangan Gasibu.

Perpustakaan Gasibu Dihancurkan, Pemprov Jabar Janjikan Layanan Literasi Digital
Sekda Jabar Herman Suryatman menjelaskan, pembongkaran dilakukan karena bangunan Perpustakaan Gasibu masuk dalam area yang terdampak revitalisasi kawasan Gedung Sate dan Gasibu. Menurutnya, konsep penataan baru mengedepankan integrasi ruang terbuka, dengan lanskap kawasan Pemprov Jabar. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN.ID - Salah satu ikon literasi yang selama bertahun-tahun menjadi ruang belajar dan membaca masyarakat di pusat Kota Bandung, kini tinggal kenangan. 

Bangunan Perpustakaan Gasibu telah dihancurkan, sebagai bagian dari proyek penataan kawasan Gedung Sate yang terintegrasi dengan Lapangan Gasibu tengah digarap Pemprov Jabar.

Sekda Jabar Herman Suryatman menjelaskan, pembongkaran dilakukan karena bangunan Perpustakaan Gasibu masuk dalam area yang terdampak revitalisasi kawasan Gedung Sate dan Gasibu. Menurutnya, konsep penataan baru mengedepankan integrasi ruang terbuka, dengan lanskap kawasan Pemprov Jabar.

"Gedung Perpustakaan Gasibu diadaptasikan dengan desain landscape penataan Gasibu yang terintegrasi dengan halaman gedung sate," kata Herman dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (12/7/2026).

Dia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan kawasan yang lebih tertata dan memiliki keselarasan antara unsur alam dan bangunan di sekitarnya.

"Agar lebih fungsional, rapi dan indah. Administrasi penghapusan barang milik daerahnya sudah dilengkapi terlebih dahulu," ujarnya.

Meski bangunan fisiknya telah diratakan dengan tanah, Pemprov Jabar memastikan layanan literasi tidak ikut dihapus. Pemerintah menyiapkan perubahan konsep layanan, dari perpustakaan konvensional menjadi berbasis digital.

"Selanjutnya Perpustakaan Gasibu akan bertransformasi menjadi perpustakaan digital," ungkap Herman.

Selain itu, masyarakat yang masih membutuhkan akses buku fisik tetap akan mendapatkan layanan melalui perpustakaan bergerak yang disiapkan pemerintah.

"Untuk warga yang membutuhkan koleksi manual akan disajikan di perspustakaan mobile di seputar gasibu," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat Kusmana Hartadji menyebut pembongkaran Perpustakaan Gasibu merupakan konsekuensi dari penataan ruang publik yang sedang dilakukan pemerintah daerah.

"Ya itu kan terkait dengan penataan ruang publik ya. Jadi untuk lebih nyaman, juga lebih sesuai dengan fungsi, lebih optimal sebagai peruntukannya. Jadi intinya pasti berdampak kepada perpustakaan," ujar Kusmana.


Editor : Doni Ramdhani