PJU Rusak Terus Bertambah: Terang Hilang, Cemas Datang

SAAT malam tiba, sebagian ruas jalan di Kota Bandung masih diselimuti gelap. Kondisi itu menjadi perhatian karena berpotensi memicu keresahan masyarakat.

PJU Rusak Terus Bertambah: Terang Hilang, Cemas Datang
MINIM PENERANGAN: Petugas tampak memperbaiki lampu PJU di salah satu ruas jalan Kota Bandung. Saat ini, sejumlah jalan di Kota Bandung masih mengalami minim penerangan. Dinas Perhubungan Kota (Dishub) Kota Bandung menyampaikan, kondisi tersebut terjadi karena sebagian PJU mengalami kerusakan akibat berbagai faktor, mulai dari pencurian komponen, hingga gangguan akibat faktor alam.

Oleh: Yogo Triastopo

Malam seharusnya menghadirkan ketenangan. Namun di sejumlah sudut Kota Bandung, gelap justru menghadirkan rasa waswas. Di beberapa ruas jalan, lampu penerangan jalan umum (PJU) tak lagi menyala. 

Ada yang padam karena kabelnya raib digondol pencuri. Ada pula yang rusak setelah hujan deras dan sambaran petir melumpuhkan instalasi listrik. Akibatnya, jalan-jalan yang mestinya terang berubah menjadi lorong gelap yang membuat pengendara dan pejalan kaki harus lebih berhati-hati.

Kondisi itu menjadi salah satu pekerjaan rumah yang kini tengah dikejar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Selain memperbaiki lampu yang mati, pemerintah juga menyiapkan pemasangan ribuan titik penerangan baru agar malam di Kota Kembang tak lagi identik dengan jalanan yang remang.

Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, penyebab lampu jalan padam beragam. Namun, pencurian komponen masih menjadi salah satu persoalan yang paling sering ditemui.

"Seperti jalan nasional di Flyover Kopo, itu sudah hilang kabel-kabelnya makanya mati. Kalau mati, pasti ada komponen yang dicuri. Terus kalau hujan besar terkena petir, otomatis MCB-nya mati," ujarnya, Selasa (21/7). 

Menurut Rasdian, setiap lampu yang padam bukan sekadar persoalan fasilitas publik yang rusak. Ketika penerangan berkurang, rasa aman masyarakat ikut terpengaruh. Apalagi, beberapa kawasan yang minim cahaya juga kerap dikeluhkan warga karena dianggap rawan tindak kriminal.

Karena itu, selain memperbaiki kerusakan yang ada, Dishub mulai memperluas jaringan penerangan melalui pembangunan PJU baru. 

Program tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari aspirasi anggota DPRD melalui reses, usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), hingga inisiatif Dishub sendiri berdasarkan hasil pemetaan di lapangan.

Tahun ini, melalui program reses DPRD, ditargetkan berdiri 262 tiang dengan 915 titik penerangan jalan lingkungan. Sementara melalui Musrenbang akan dibangun 536 tiang dengan 2.925 titik penerangan.

Jika seluruh program berjalan sesuai rencana, sepanjang 2026 Kota Bandung akan memiliki tambahan 798 tiang dengan total 3.840 titik penerangan jalan lingkungan.

Pemetaan Dishub menunjukkan masih ada sejumlah kawasan yang membutuhkan tambahan lampu jalan. Beberapa di antaranya berada di wilayah Panyileukan, Gedebage, hingga jalan-jalan di kawasan permukiman yang selama ini masih minim penerangan.

"Iya bisa saja di titik rawan untuk sebagiannya seperti di daerah Panyileukan, Gedebage dan yang masuk ke jalan-jalan perumahan. Nah itu beberapa PJU dipasang sama kita karena inisiasi Dishub," kata Rasdian.

Meski demikian, pemasangan lampu jalan tidak bisa dilakukan begitu saja. Setiap ruas memiliki status kewenangan yang berbeda, sehingga Dishub harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun instansi lain yang berwenang mengelola jalan tersebut.

"Kita akan kolaborasi dengan Pemprov Jabar, karena pemasangan PJU harus sesuai dengan status jalan," ujarnya.

Dishub menargetkan seluruh proses pembangunan fisik dapat rampung pada September. Setelah itu, tahapan administrasi dan pencairan anggaran akan diselesaikan pada Oktober.

Di tengah upaya tersebut, partisipasi masyarakat dinilai tetap menjadi bagian penting. Warga diminta tidak ragu melaporkan lampu jalan yang mati ataupun lokasi yang belum memiliki penerangan agar dapat segera didata dan ditindaklanjuti.

"Linggal dilaporkan saja. Bisa ke saya, bisa ke admin di media sosial. Sampaikan lokasinya di mana. Kalau ingin lebih cepat, langsung ke saya juga tidak apa-apa, nanti saya teruskan kepada petugas yang sedang piket," ujar Rasdian. (gin)


Editor : Inilahkoran