PKB Golkar Gerindra Demokrat Berkoalisi, Pilbup Cirebon 2024 Bisa Head to Head
Pilbup Cirebon 2024 semakian memanas. PKB Kabupaten Cirebon resmi bergabung dengan koalisi KIM yaitu Golkar, Gerindra, dan Demokrat. Di koalisi tersebut, bila dijumlahkan kursi di parlemen Kabupaten Cirebon mencapai 27 kursi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Pilbup Cirebon 2024 semakian memanas. PKB Kabupaten Cirebon resmi bergabung dengan koalisi KIM yaitu Golkar, Gerindra, dan Demokrat. Di koalisi tersebut, bila dijumlahkan kursi di parlemen Kabupaten Cirebon mencapai 27 kursi.
Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron mengatakan dengan bergabungnya PKB ke koalisi KIM maka kemenangan Pilbup Cirebon 2024 akan semakin mudah.
"Bergabungnya PKB ke koalisi KIM ini semakin memperkuat perolehan suara nantinya. Ini koalisi besar yang harus kita jaga sampai pemungutan suara Pilbup Cirebon 2024," kata Herman usai menyaksikan penandatanganan koalisi, Selasa 18 Juni 2024.
Herman juga membocorkan akan ada dua parpol lagi yang nada-nadanya akan ikut bergabung dengan koalisi KIM, mengikuti jejak PKB. Namun dirinya enggan menyebutkan, parpol apa yang akan bergabung tersebut.
"Tunggu saja nanti. Kalau mereka ikut bergabung dengan kami, ya selesai. Artinya, Pilkada Kabupaten Cirebon kali ini akan head to head," jelasnya.
Sayangnya, Herman belum bisa memastikan siapa saja calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung nantinya. Masalahnya adalah, masing-masing parpol koalisi masih menggodok siapa saja calon dari mereka yang diberikan rekomendasi.
"Biarkan saja masing masing parpol koalisi berproses. Nanti kan kami akan melakukan pertemuan untuk menentukan siapa calon yang akan diusung. yang penting semua parpol bisa menurunkan ego masing-masing. Kami hanya menyamakan tujuan untuk membangun Kabupaten Cirebon lebih baik lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon Abdul Jamil Latief menjelaskan alasan PKB ikut gabung ke koalisi KIM. Selain memang mereka membuka ruang komunikasi, juga ada persamaan frekwensi melakukan perubahan dan perbaikan di Kabupaten Cirebon.
"Bergabungnya PKB ke koalisi KIM karena ada persamaan frekuensi untuk memperbaiki kondisi. Kami Kabupaten Cirebon. Tapi untuk calon, sampai saat ini belum kami bahas. Kami hanya ingin melakukan koalisi terlebih dahulu. Masalah calon, nanti akan dibahas lebih lanjut," ucapnya.
Hal senada diungkapkan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Cirebon Subhan. Menurutnya, bergabungnya PKB ke koalisi KIM menandakan ada keinginan perubahan untuk memperbaiki kondisi Kabupaten Cirebon ke depannya. Dengan jumlah kursi di parlemen yang sudah mencapai 54 persen, dirinya yakin koalisi KIM-PKB bisa memenangkan Pilbup Cirebon 2024.
"Kalau masih ada parpol lainmau ikut bergabung, ya semakin baik dong. Kami terbuka untuk melakukan koalisi dengan siapapun. Tujuannya kan, demi kabupaten cirebon yang lebih baik lagi," tukasnya.
Seperti diprediksi banyak pihak, dengan masuknya PKB ke koalisi KIM maka yang tersisa hanyalah koalisi PKS-Nasdem ditambah dengan PDIP yang saat ini masih pede mengusung satu paket calon.
Kalau saja koalisi PKS-Nasdem benar-benar bergabung dengan dengan koalisi KIM, maka PDIP sebagai petahana akan dikepung 6 parpol yaitu PKB, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKS dan Nasdem.
Editor : Doni Ramdhani

