Polda Jabar dan Bulog Bersinergi Sukseskan Gerakan Pangan Murah untuk Masyarakat

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) bekerja sama dengan Perum Bulog kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, sebuah inisiatif nasional yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Polda Jabar dan Bulog Bersinergi Sukseskan Gerakan Pangan Murah untuk Masyarakat

INILAHKORAN, Bandung — Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) bekerja sama dengan Perum Bulog kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, sebuah inisiatif nasional yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam kegiatan yang digelar di Mapolda Jabar, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran 23 Polres di wilayah Jawa Barat aktif mengambil peran dalam menyukseskan gerakan ini yang dimulai pada 13 Agustus hingga 17 Agustus 2025.

"Kami mendapat arahan dari Mabes Polri, dari Bapak Kapolri, untuk aktif melaksanakan program ini. Tidak hanya Polda, tetapi seluruh jajaran Polres di lingkungan Polda Jabar turut serta," ungkap Irjen Rudi.

Tak berhenti sampai di situ, Polda Jabar juga berencana melanjutkan kegiatan ini dalam skala lokal setelah 17 Agustus, dengan pendekatan mobile agar penyaluran pangan murah bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Kami akan kejar konsumennya secara mobile. Bulog sudah menyiapkan kendaraan, begitu juga biro logistik kami. Direktur Binmas akan memetakan pasar-pasar yang besar, dan kita gelar pasar murah di sana,"jelasnya.

Polda Jabar tak hanya menyediakan beras SPHP, tetapi juga menghadirkan komoditas pangan penting lainnya seperti telur, tepung terigu, gula pasir, dan minyak goreng—semuanya ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar.

"Harga beras SPHP hanya Rp11 ribu per kilogram, jauh di bawah HET. Ini betul-betul membantu masyarakat, terutama dari kalangan berpenghasilan menengah ke bawah," tambah Kapolda.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai komunitas seperti ojek online, pesantren, hingga petugas kebersihan, sebagai bentuk komitmen untuk menyasar kelompok yang paling terdampak fluktuasi harga pangan.

Senada dengan itu, Pimpinan Perum Bulog Jawa Barat, Mohamad Alexander, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menekan inflasi dan menjaga kestabilan harga beras, yang beberapa waktu terakhir mengalami lonjakan.

"Fenomena kenaikan harga beras menjadi perhatian. Karena itu, dengan stok yang cukup besar, Bulog diminta menyalurkan beras SPHP sebagai instrumen pengendalian harga. Harga eceran tertingginya Rp12.500, dan kami pastikan tidak boleh dijual di atas itu," terang Alexander.

Selain beras SPHP, Bulog juga masih menyalurkan bantuan pangan tahap Juni–Juli dengan target 69 ribu ton di Jawa Barat, dan batas waktu hingga akhir Agustus.

"Untuk SPHP sendiri, hingga saat ini penyalurannya telah mencapai 1.000 ton. Kami distribusikan melalui berbagai saluran, termasuk outlet RPK dan kegiatan seperti hari ini," ujar Alexander.

Alexander juga menegaskan pentingnya pengawasan distribusi beras SPHP agar tepat sasaran. Untuk itu, Bulog bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Satgas Pangan Polda Jabar.

Di sisi lain, Bulog Jabar mencatat penyerapan gabah musim panen sebelumnya mencapai 520 ribu ton setara beras. Penyerapan akan terus dilanjutkan memasuki musim panen kedua pada September–November.


Editor : Ahmad Sayuti