Polisi Amankan Pelaku Tawuran Maut, Mayoritas Masih Dibawah Umur

, Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan belasan pelaku tawuran umum yang mayoritas masih dibawah umur.

Polisi Amankan Pelaku Tawuran Maut, Mayoritas Masih Dibawah Umur
, Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan belasan pelaku tawuran umum yang mayoritas masih dibawah umur./Rizki Mauludi

INILAHKORAN, Bogor - Dua kejadian tawuran antarkelompok remaja yang menelan korban jiwa terjadi dalam waktu hampir bersamaan di wilayah Kota Bogor.

Pertama terjadi di kawasan Jalan Tumenggung Wiradireja, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara dan kejadian kedua di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal pada 11 Juni 2024.

Dari dua kejadian yang menimbulkan dua korban meninggal dunia dan satu korban terluka berat ini, Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan belasan pelaku yang mayoritas masih dibawah umur.

Baca Juga : Sentul City Serahterimakan Hunian Spring Valley, Konsumen Mengaku Puas dan Dapat Bonus BPPL 

"Untuk Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Tumenggung Wiradireja, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara korban berinisial MS terdapat luka tusukan di belakang punggung sebelah kanan. Korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit," tutur Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara pada Rabu 19 Juni 2024 sore.

Luthfi memaparkan, pengungkapan kasus tersebut, berawal adanya informasi dari rumah sakit tempat korban meninggal dunia mendapat penanganan medis pada 11 Juni. Dari hasil olah TKP dan penyelidikan, petugas mengamankan lima pelaku di kediamannya masing-masing pada 13 Juni 2024.

"Kelimanya adalah AR, BY, S, NI dan MS dengan status pelajar, mahasiswa dan tidak sekolah. Adapun AR merupakan pelaku pembacokan dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit," paparnya.

Baca Juga : BOS Senilai Rp5,3 Miliar Digelontorkan untuk 59 MI dan 49 MTs Swasta di Kota Bogor

Ia menjelaskan, antara korban dengan pelaku yang diamankan itu berbeda kelompok. Sebelumnya, mereka janjian terlebih dahulu via media sosial. Aksi tawuran itu awalnya dipicu informasi yang diterima kelompok pelaku akan adanya penyerangan dari kelompok korban. 

Halaman :


Editor : JakaPermana