Presiden Prabowo Minta Maklum Jika Menteri Baru Salah Bicara: Yang Namanya Manusia Dia Juga Baru Menjabat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan sikap legowo dan penuh pengertian terhadap para menteri dan pejabat baru di Kabinet Merah Putih yang mungkin membuat kesalahan dalam masa awal pemerintahan.

Presiden Prabowo Minta Maklum Jika Menteri Baru Salah Bicara: Yang Namanya Manusia Dia Juga Baru Menjabat
Presiden Prabowo Minta Maklum Jika Menteri Baru Salah Bicara: Yang Namanya Manusia Dia Juga Baru Menjabat

INILAHKORAN, BandungPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan sikap legowo dan penuh pengertian terhadap para Menteri dan pejabat baru di Kabinet Merah Putih yang mungkin membuat kesalahan dalam masa awal pemerintahan.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/4), Presiden Prabowo secara terbuka mengatakan bahwa kekeliruan adalah hal yang manusiawi, terlebih bagi mereka yang baru menjabat kurang dari enam bulan.

"Ada Menteri-Menteri yang sudah senior, sudah lama pengalaman, ada yang baru. Ya kan? Baru menjabat. Saya aja baru menjabat beberapa hari (sebagai) Presiden, salah jalan di Istana Merdeka, benar, cari 'WC dimana WC?' Wajar," ujar Prabowo dikutip dari ANTARA.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks memberi dukungan moral kepada para anggota Kabinet Merah Putih, termasuk juru bicara Presiden yang sempat menjadi sorotan karena pernyataannya yang dinilai kontroversial.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, kehadiran Hasan Nasbi—yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO)—dalam sidang tersebut menjadi sorotan tersendiri.

Hasan Nasbi, yang duduk diapit oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, tampak tenang mengikuti jalannya sidang kabinet.

Ia hadir mengenakan kemeja putih seperti anggota kabinet lainnya, lengkap dengan papan nama bertuliskan “KKK/PCO”, meski ia telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sehari sebelumnya, pada 29 April 2025.

Dalam suasana penuh keakraban, Presiden Prabowo bahkan sempat melemparkan senyum kepada Hasan Nasbi dan menyalaminya, didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Momen ini memperlihatkan bahwa hubungan dalam lingkaran istana tetap hangat, meskipun ada dinamika internal.

"Jadi kita sudahlah. Saya, ada mungkin juru bicara saya keseleo, yang namanya manusia dia juga baru menjabat, bener gak? Kalau yang senior salah bicara, ya salah, yang senior (misalnya) Airlangga, salah bicara, enggak bisa ya," lanjut Presiden Prabowo.

Ia menegaskan bahwa evaluasi kinerja tetap dilakukan, namun dalam semangat pembinaan dan kerja sama, bukan semata-mata hukuman.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan