Program MBG Disetop Sementara saat Lebaran, Negara Klaim Hemat Anggaran Rp5 Triliun

Penghentian sementara penyaluran MBG saat libur Lebaran memberikan efisiensi yang signifikan

Program MBG Disetop Sementara saat Lebaran, Negara Klaim Hemat Anggaran Rp5 Triliun
Program MBG Disetop Sementara saat Lebaran, Negara Klaim Hemat Anggaran Rp5 Triliun

INILAHKORAN.ID - Kebijakan meliburkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode Idul Fitri disebut membawa dampak besar terhadap penghematan anggaran negara. Pemerintah mengungkap, langkah tersebut mampu menekan pengeluaran hingga mencapai angka triliunan rupiah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penghentian sementara penyaluran MBG saat libur Lebaran memberikan efisiensi yang signifikan. Ia mengaku telah menerima laporan terkait kebijakan tersebut dan menilai penghematannya cukup besar.

Menurutnya, selama periode libur, bantuan makanan tidak disalurkan kepada penerima manfaat, sehingga anggaran yang biasanya digunakan dapat ditekan. Program tersebut nantinya akan kembali berjalan normal setelah masa libur berakhir.

Penghematan Capai Rp5 Triliun

Pernyataan tersebut merujuk pada penjelasan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang sebelumnya menyebut penghentian sementara program MBG selama Idul Fitri mampu menghemat anggaran hingga sekitar Rp5 triliun.

BGN menjelaskan bahwa distribusi program ke sekolah-sekolah telah dihentikan sejak 13 Maret 2026. Sementara itu, penyaluran untuk kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dilakukan terakhir pada 17 Maret 2026.

Selama periode 18 hingga 24 Maret 2026, tidak ada distribusi MBG untuk seluruh penerima manfaat. Sebagai gantinya, penyaluran dilakukan lebih awal sebelum masa libur dimulai.

Program Makan Bergizi Gratis dijadwalkan akan kembali berjalan seperti biasa mulai 31 Maret 2026. Pemerintah memastikan bahwa penghentian sementara ini hanya bersifat sementara dan tidak mengurangi komitmen terhadap pemenuhan gizi masyarakat.


Editor : Firda Rachmawati