Progres Capai 33,64 Persen, PUTR KBB Optimistis Perbaikan Jalan Cangkorah Bakal Rampung di Sisa Waktu Dua Bulan
Progres perbaikan jalan yang mencakup dua ruas jalan, yakni Cangkorah menuju Giri Asih dan Cangkorah menuju perbatasan Leuwigajah sepanjang 33,64 persen itu sudah mencapai 33,64 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Progres perbaikan jalan yang mencakup dua ruas jalan, yakni Cangkorah menuju Giri Asih dan Cangkorah menuju perbatasan Leuwigajah sepanjang 33,64 persen itu sudah mencapai 33,64 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat Aan Sopian Gentiana usai melakukan monitoring bersama Komisi III DPRD KBB, Selasa 24 Juni 2025.
Diketahui, proyek perbaikan jalan tersebut dikerjakan dalam kurun waktu 120 hari dengan konstruksi beton oleh CV Rimba Perkasa dengan nilai kontrak Rp1.580.247.350.
"Progres perbaikan jalan Cangkorah-perbatasan Leuwigajah ini sudah mencapai 33,64 persen dengan total penanganan sepanjang 386 meter," kata Aan.
"Untuk lebarnya cukup bervariasi mulai dari 6-7 meter. Kemudian untuk jalan paling lebar itu 11 meter berada di pertigaan Cangkorah," sambungnya.
Dalam prosesnya, Aan tak memungkiri pihaknya terkendala sejumlah persoalan, terutama berkaitan dengan kondisi arus lalu lintas yang cukup padat. Sehingga, perlu pengaturan yang lebih konkret.
"Seperti yang disampaikan pelaksana, arus lalu lintas di jam-jam sibuk di siang hari yang cukup padat menjadi kendala dalam pengerjaan perbaikan jalan Cangkorah ini. Jadi pengerjaan harus dilakukan pada malam hari," jelasnya.
Sementara itu, sambung Aan, dari sisi bahan material yang digunakan untuk perbaikan jalan Cangkorah ini, yakni Flextural Strength (FS 45), yakni beton yang memiliki kuat lentur 45 kg/cm2.
"Ketahanannya diprediksi bisa sampai 20 tahun. Jadi secara perencanaan kita, beton ini bisa dilintasi kendaraan dengan berat 20-25 ton," ujarnya.
"Untuk spek ketebalan beton mutunya 20 sentimeter dan Lean Concrete (LC)-nya 5 sentimeter. Jadi total 25 sentimeter," sambungnya.
Dengan sisa waktu dua bulan, Aan memastikan perbaikan jalan Cangkorah ini bisa terkejar. Namun, ketika ada kendala dalam pelaksanaan, seperti adanya aktivitas pendidikan di Pusdiklatpassus maka pihaknya bakal mengajukan perpanjangan waktu sesuai arahan dewan.
"Kalau memang harus diperpanjang kita perpanjang, tapi melihat situasi. Kita upayakan ini selesai tepat waktu, yakni dikerjakan selama 120 hari," paparnya.
"Proyek perbaikan jalan ini kan sudah berjalan sejak 22 Mei 2025 lalu. Jadi sudah satu bulan berjalan," imbuhnya.
Selain itu, tambah Aan, beton ini bisa digunakan minimal setelah 28 hari atau sekitar satu bulan. Sehingga, bisa dilintasi kendaraan baik menuju arah Leuwigajah maupun sebaliknya.
"Jadi 28 hari itu sudah bisa dilewati dan itu sudah mencapai kekuatan 98 persen. Sebulanan, kalau hujan untuk pembetonan itu bagus, karena proses pengeringannya harus terendam supaya tidak pecah-pecah," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

