Protes Warga Pasang Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak, Camat Klaim Sudah Diperbaiki

Camat Astanajapura Kabupaten Cirebon, Deni Syafruddin angkat bicara. Hal itu terkait dengan aksi warga Desa Kanci yang menanam pohon pisang di tengah Jalan.

Protes Warga Pasang Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak, Camat Klaim Sudah Diperbaiki
Camat Astanajapura Kabupaten Cirebon, Deni Syafruddin angkat bicara. Hal itu terkait dengan aksi warga Desa Kanci yang menanam pohon pisang di tengah Jalan./INILAHKORAN-Maman Suherman

INILAHKORAN.ID - Camat Astanajapura Kabupaten Cirebon, Deni Syafruddin angkat bicara. Hal itu terkait dengan aksi warga Desa Kanci yang menanam pohon pisang di tengah Jalan Kanci–Sindanglaut sebagai bentuk protes kerusakan jalan.

Deni Syafruddin menyatakan, ruas jalan tersebut sebenarnya telah beberapa kali dilakukan perbaikan. Namun, kerusakan kembali terjadi akibat persoalan drainase yang tidak berfungsi optimal serta keberadaan bangunan liar di sisi jalan.

“Sebenernya jalan itu sudah diperbaiki berulang kali. Tapi kembali rusak karena tidak adanya jalan air yang terhalang bangunan liar di kanan dan kiri jalan. Bisa dilihat juga adanya pembangunan bahu jalan secara ilegal sehingga permukaan jalan lebih rendah dari bahu jalan itu sendiri,” ungkap Deni, Minggu 1 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan air hujan tidak mengalir lancar dan justru menggenangi badan jalan. Dia menyebutkan,  aspal sangat rentan terhadap genangan air sehingga mudah rusak jika sistem drainase tidak berjalan baik.

“Kita sama-sama tahu bahwa aspal sangat rentan tergerus air. Kalau air tidak mengalir dengan baik, pasti cepat rusak lagi,” ucapnya.

Deni memastikan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon. Berdasarkan hasil koordinasi, perbaikan direncanakan dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas PUTR bahwa perbaikan akan dilakukan, perkiraan sebelum Lebaran,” akunya.

Dirinya meminta masyarakat bersabar, karena proses perbaikan infrastruktur membutuhkan tahapan administrasi dan penganggaran.

“Masyarakat harap bersabar karena memang perbaikan memerlukan proses tahapan penganggaran,” pintanya.

Sementara itu, warga Desa Kanci, Rizki Pratama, mengakui bahwa perbaikan jalan memang sudah beberapa kali dilakukan. Namun, menurutnya, perbaikan tersebut bersifat tambal sulam sehingga tidak bertahan lama.

“Memang sudah sering diperbaiki, tapi hanya tambal sulam. Tidak lama kemudian rusak lagi, apalagi kalau musim hujan. Kalaupun dilakukan perbaikan secara total yakni pengaspalan, sudah lama,” ujarnya.

Rizki juga membenarkan adanya bangunan liar di sepanjang kanan dan kiri jalan yang dinilai memperparah kondisi. Keberadaan bangunan tersebut disebut menghambat aliran air sehingga menyebabkan genangan saat hujan turun.

“Air hujan tidak bisa dipastikan mengalir lancar karena ada bangunan liar itu. Akhirnya air menggenang dan merusak aspal lagi,” tukasnya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan fisik jalan, tetapi juga menertibkan bangunan liar dan membenahi sistem drainase agar penanganan bersifat jangka panjang. Ruas Jalan Kanci–Sindanglaut diketahui menjadi akses vital masyarakat untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon.***


Editor : JakaPermana