Puasa Arafah dan 10 Hari Mulia di Bulan Dzulhijjah, Buya Yahya Ungkap Ladang Amal Tak Tertandingi
Buya Yahya menegaskan bahwa hanya ada dua jenis ibadah yang menjadi ciri khas paling istimewa dari bulan Dzulhijjah, yakni ibadah haji dan kurban.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Dalam kajian yang disampaikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan bahwa hanya ada dua jenis ibadah yang menjadi ciri khas paling istimewa dari bulan Dzulhijjah, yakni ibadah haji dan kurban.
Dua ibadah ini menjadi pembeda utama Dzulhijjah dibanding bulan-bulan lainnya, seperti Ramadhan yang terkenal dengan puasa dan iktikafnya.
“Kalau bicara soal amalan, memang banyak yang bisa dilakukan setiap saat. Tapi ada ibadah yang hanya ada di bulan Dzulhijjah, yaitu haji dan kurban. Ini yang tidak ditemukan di bulan lainnya,” ujar Buya Yahya.
Selain dua ibadah besar tersebut, Buya Yahya juga menyoroti pentingnya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Selama periode ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan, termasuk puasa sunnah mulai dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Terutama pada tanggal 9, yakni Puasa Arafah, yang memiliki keutamaan luar biasa.
“Barang siapa mampu berpuasa selama sembilan hari pertama Dzulhijjah, terutama di hari ke-9, maka pahala dan pengampunan dosa akan berlipat-lipat. Puasa Arafah itu luar biasa, karena bisa menghapus dosa setahun yang lalu,” ungkap Buya Yahya.
Tak hanya puasa, berbagai bentuk ibadah lain seperti dzikir, membaca tahlil, tahmid, dan takbir, juga sangat dianjurkan selama 10 hari awal Dzulhijjah.
Bacaan-bacaan seperti “Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar” disebut sebagai amalan yang sangat dicintai Allah dalam periode tersebut.
“Kalau ingin mendapatkan keberkahan, lakukan berbagai amalan—dari membangun masjid, menyantuni yatim, membantu fakir miskin, hingga menikah. Semua bentuk kebaikan sangat dianjurkan untuk dilakukan di hari-hari yang Allah muliakan ini,” jelas Buya.
Menutup pesannya, Buya Yahya mengingatkan bahwa tidak ada hari yang lebih agung dalam pandangan Allah dibandingkan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.
Editor : Firda Rachmawati


