Puluhan Aduan Mengalir di Hari Pertama Bale Pananggeuhan Dibuka, ASN Gedung Sate Diminta “Lari” Layani Warga
Sejak pagi hari, puluhan warga silih berganti mendatangi Bale Pananggeuhan di kompleks Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 6 Oktober 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sejak pagi hari, puluhan warga silih berganti mendatangi Bale Pananggeuhan di kompleks Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 6 Oktober 2025.
Dengan membawa berkas, surat, hingga sekadar secuil harapan, mereka datang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi kepada Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
Hingga siang, tercatat 63 warga telah terverifikasi dan menyampaikan aduan, mulai dari soal pendidikan, kesehatan, hingga urusan hukum.
Analis Kebijakan Utama Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Jabar Iip Hidajat menyebut, Bale Pananggeuhan kini menjadi wadah baru yang menggabungkan konsep pelayanan terpadu dan pengaduan publik.
“Tadi pagi di apel sudah disampaikan oleh Pak Sekda. Jadi dulu ini OSS, One Stop Service. Sekarang ditambah dengan layanan pengaduan masyarakat. Tentunya ini harus didukung penuh,” ujar Iip usai meninjau Bale Pananggeuhan.
Menurutnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan atensi khusus agar Bale Pananggeuhan benar-benar menjadi ruang yang hidup bagi masyarakat yang membutuhkan solusi atas berbagai persoalan.
“Jadi tidak hanya di (Lembur) Pakuan Subang, tapi Gedung Sate juga difungsikan untuk melayani warga,” tambahnya.
Iip menegaskan, seluruh ASN di lingkungan Gedung Sate diminta memberikan pelayanan terbaik, tanpa birokrasi berbelit. Ia mengungkapkan, antusiasme warga di hari pertama menunjukkan tingginya harapan publik terhadap kehadiran Bale Pananggeuhan.
“Hari ini sudah 60-an warga datang. Petugas kami mulai memilah dan mengarahkan aduan berdasarkan bidangnya, hukum, pendidikan, kesehatan, supaya cepat ditindaklanjuti. Mudah-mudahan ini menjadi kebaikan bersama,” ujarnya.
Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait, dengan target penyelesaian secepat mungkin.
“Pak KDM kan lari, ya kita juga harus lari. Kita dorong percepatan dan pelayanan maksimal. Ini bagian dari komitmen kita,” tandas Iip.
Editor : Doni Ramdhani


