Warga Tetap Serbu Posko Pengaduan Lembur Pakuan, Meski Bale Pananggeuhan Sudah Dibuka
Meski Bale Pananggeuhan dibuka untuk sebagai posko pengaduan resmi di Gedung Sate, antusiasme warga untuk menyampaikan keluhan langsung ke Lembur Pakuan, kediaman pribadi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Subang, tetap tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Meski Bale Pananggeuhan dibuka untuk sebagai posko pengaduan resmi di Gedung Sate, antusiasme warga untuk menyampaikan keluhan langsung ke Lembur Pakuan, kediaman pribadi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Subang, tetap tinggi.
Staf Posko Pengaduan Lembur Pakuan Windi mengungkapkan, arus warga yang datang tak kunjung surut meski Bale Pananggeuhan sudah dua pekan beroperasi.
“Masih saja banyak yang datang ke Lembur Pakuan (Posko Pengaduan Lembur Pakuan),” kata Windi saat dihubungi Selasa 14 Oktober 2025.
Ia mencatat, rata-rata pengaduan yang diterima setiap hari masih mencapai puluhan hingga ratusan orang.
“Minggu lalu tembus di 543 orang, bahkan Senin kemarin 300 orang kurang lebihnya,” tutur Windi.
Posko pengaduan di Lembur Pakuan dibuka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB dan hanya melayani aduan terkait pendidikan, kesehatan, dan kasus hukum, sementara urusan hutang piutang akan ditolak.
Sementara itu, Pemprov Jabar telah meluncurkan Bale Pananggeuhan sejak 6 Oktober 2025 sebagai layanan pengaduan satu pintu yang dikelola Setda Provinsi Jabar. Fasilitas ini bertujuan menampung aspirasi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan bantuan hukum agar penanganannya lebih cepat dan terkoordinasi.
Bale Pananggeuhan berlokasi di kompleks Gedung Sate, tepat di sisi Masjid Pemprov Jabar, dan buka setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00–16.00 WIB. Warga yang datang akan disambut petugas dan diarahkan mengambil nomor antrean sebelum melapor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, Bale Pananggeuhan menjadi kanal resmi untuk menampung laporan masyarakat yang tidak tersentuh layanan digital.
“Saya sendiri membuka pengaduan di Gedung Sate namanya Bale Pananggeuhan dengan anggaran berasal dari gerakan Sehari Seribu khusus dari para ASN. Pengaduan diterima juga oleh petugas yang juga berasal dari ASN,” jelasnya.
Menurut Dedi, dana operasional posko berasal dari gerakan sosial Poe Ibu, yang digerakkan para ASN Jabar sebagai bentuk gotong royong membantu masyarakat.
Selain itu, keberadaan Bale Pananggeuhan juga memperkuat sinergi dengan kanal digital seperti SP4N Lapor dan Sapawarga, sehingga setiap laporan warga, baik dari desa maupun kota, dapat ditangani secara cepat dan tepat sasaran.
Editor : Doni Ramdhani


