Puluhan Anak Terdampak Longsor Pasirlangu Jalani Pendampingan Psikologis
Pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dilakukan guna membantu proses pemulihan pascabencana. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan trauma healing yang melibatkan puluhan anak di lokasi pengungsian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – pendampingan Psikologis bagi anak-anak yang terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dilakukan guna membantu proses pemulihan pascabencana. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan trauma healing yang melibatkan puluhan anak di lokasi pengungsian.
Istri Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Syahnaz Sadiqah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bersama tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi mental anak-anak yang terdampak bencana.
“Kami datang bersama tim dari provinsi untuk memberikan pendampingan Psikologis agar anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat peristiwa ini,” ujar Syahnaz saat ditemui di lokasi pengungsian Desa Pasirlangu, Selasa (27/1/2026).
Menurut Syahnaz, metode trauma healing yang diterapkan disesuaikan dengan karakter anak-anak, dengan menghadirkan suasana yang menyenangkan dan aman. Beragam kegiatan dilakukan untuk mengalihkan perhatian anak dari pengalaman buruk yang mereka alami.
“Kegiatan yang dilakukan seperti bermain bersama, mendengarkan cerita, hingga menggambar. Tujuannya agar anak-anak kembali menikmati aktivitas yang sesuai dengan dunia mereka,” katanya.
Selain aktivitas tersebut, panitia juga memberikan makanan ringan kepada anak-anak guna menciptakan suasana yang lebih hangat dan nyaman selama kegiatan berlangsung.
“Kami juga membagikan makanan agar anak-anak merasa lebih tenang dan senang,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 78 anak mengikuti program trauma healing. Seluruh peserta merupakan anak-anak yang tinggal di sekitar wilayah terdampak longsor dan hingga kini masih berada di tempat pengungsian.
Syahnaz berharap pendampingan ini dapat membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak serta menjaga semangat mereka agar tetap tumbuh dan berkembang dengan baik meskipun berada dalam situasi darurat.
“anak-anak harus tetap ceria dan memiliki semangat. Kami berharap kejadian ini tidak meninggalkan dampak yang mengganggu perkembangan mereka ke depan,” tutup Syahnaz.***
Editor : JakaPermana

