Rapat Pakai Jeans Hingga Membahas Promosi BIJB
Menarik yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat dalam menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) III Bidang Pemasaran Pariwisata, di Hotel Aryaduta, Rabu (26/12/2018
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Menarik yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat dalam menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) III Bidang Pemasaran Pariwisata, di Hotel Aryaduta, Rabu (26/12/2018) mendatang. Setiap persertanya diharuskan menggunakan bahan pakaian denim alias jeans.
Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Jabar Iwan Darmawan mengatakan, kebijakan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada produsen blue jeans lokao. Selain itu, pihaknya juga ingin mendorong Kota Bandung sebagai salah satu daerah di Jabar kian menjadi kota mode, khususnya produk jeans.
“Syaratnya harus kain jeans lokal, walaupun alam Cowboy,” ujar Iwan.
Rakor sendiri akan mengambil tema “Dari Biasa Menjadi Luar biasa Berpikir, bertindak, menghadapi perubahan pariwisata Jabar di luar nalar”. Menurut dia, hal ini penting untuk diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di Jawa barat untuk bersama-sama menyamakan persepsi.
"Terlebih lagi Rakor ini akan menghadirkan sejumlah pembicara yang kompeten di bidang Pariwisata," katanya.
Adapun agenda pembahasan dalam rakor, papar Iwan, yakni mengambil judul Mendivision Seven alias ada tujuh poin yang akan dibahas, dari mulai analisis pasar, evaluasi kinerja pemasaran, strategi pemasaran pariwisata Jabar, Calender of event Kabupaten Kota Jabar, Nomedic traveler dan digital tourism, wonderfull West Java hingga strategi promosi BIJB.
"BIJB masuk dalam agenda pembahasan dikarenakan akan memanfaatkan promosi bandara terutama aksebilitasnya," imbuh dia.
Tujuan lain dari diselenggarakannya Rakor ini juga agar Kabupaten/Kota dapat menyelenggarakan sebuah festival dengan baik. Tidak hanya bagaimana menyelenggarakannya, tapi memahami pentingnya penyelenggaraan sebuah festival.
Pada akhirnya, lanjut Iwan, setiap kegiatan tersebut akan bermuara pada peningkatan ekonomi makro di Jabar. Ditambahkan juga mengenai pemahaman kepada setiap daerah.
"Paling tidak cara berpikirnya menjadi sama dalam sebuah perencana calendar of event di Jabar," pungkasnya.
Editor : inilahkoran


