Destinasi Wisata Bak Simalakama, Aturan Mainnya pun Kebanyakan 'Menggantung'
Pembukaan destinasi wisata di Jabar dan daerah-daerah lainnya bak buah simalakama. Banyak aturan yang menggantung terutama soal prokes.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ganjil Genap diberlakukan menuju destinasi wisata. Di tengah pandemi, wisata bak simalakama.
Berkisahlah Reno Supra. Hingga kini, sehari The Lodge Maribaya yang dia kelola, hanya dikunjungi 200 orang. Bahkan tiga jam setelah buka, baru 100 pengunjung yang datang.
Padahal, biasanya pengunjung The Lodge di era normal, bisa 2 ribu orang sehari. “Memang perlu waktu untuk kembali ke waktu normal,” kata General Manager Operasional The Lodge Maribaya itu, Minggu 19 September 2021.
The Lodge termasuk satu dari 20 destinasi wisata yang diuji coba Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk dibuka. Tapi, sejauh ini, baru The Lodge Maribaya di kawasan Lembang yang sudah jalan.
“Untuk Bandung Barat, kami hanya membuka satu destinasi wisata yang diuji coba, yakni The Lodge Maribaya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bandung Barat, Heri Pratomo kepada INILAH.
Banyak soal masih menggantung. Sistem barcode Peduli Lindungi,misalnya, masih terkendala. Selain itu, sejumlah destinasi wisata saat ini sedang dalam penataan ulang karena sudah lama tak digunakan.
Baca Juga: Innalillahi, Sekeluarga Tenggelam di Pelabuhanratu, Satu Korban Masih Hilang
“Harus dilihat lagi, apakah itu benar-benar safety atau tidak,” tambahnya.
Sektor wisata ibarat simalakama di tengah pandemi. Dia diharapkan bisa membangkitkan gairah ekonomi warga. Tapi, di sisi lain, dia juga potensial jadi lokasi penyebar virus corona.
Beragam pembatasan pun dilakukan. Teranyar, pembatasan lalu lintas ke destinasi wisata. Salah satunya melalui operasi ganjil-genap.
Di wilayah Bandung, misalnya, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung menerapkan penyekatan ganjil-genap, mulai dari kawasan Terminal Ledeng, Kota Bandung, menuju arah jalur wisata kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Ganjil genap sudah mulai diberlakukan Sabtu.
KBO Satlantas Polrestabes Bandung AKP Dody Kuswanto mengatakan penyekatan itu dilakukan guna membatasi mobilitas serta mengurai kemacetan yang berpotensi terjadi pada akhir pekan.
“Untuk pelaksanaan dilaksanakan tadi mulai pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB,” kata Dody di Terminal Ledeng.
Menurutnya sistem ganjil-genap itu hanya diberlakukan bagi kendaraan yang menuju ke arah utara. Para kendaraan yang melintas, nantinya akan dipisahkan sesuai dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
Menurut Dody, penyekatan ganjil-genap menuju arah jalur wisata itu bakal diberlakukan setiap akhir pekan. Karena selain terkait masa PPKM, sistem itu dapat meminimalisasi kepadatan lalu lintas.
Baca Juga: Meski Pulang Pergi Digedong Ibu, Gadis Epilepsi Tak Putus Asa Belajar Ngaji
Selain di jalur wisata, ganjil-genap juga diberlakukan di lima gerbang tol yang merupakan akses masuk ke Kota Bandung. Lima gerbang tol itu di antaranya Gerbang Tol Pasteur, Pasirkoja, Kopo, Muhamad Toha, dan Buahbatu.
Hal serupa juga dilakukan aparat Polres Garut. Mereka memberlakukan aturan ganjil genap bagi kendaraan yang melintasi di jalur wisata Kabupaten Garut untuk mencegah terjadinya kerumunan orang di tempat wisata karena masih PPKM Level 2 di Garut.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Karyaman di Garut, mengatakan sejumlah personel disiagakan untuk melakukan operasi pemberlakuan ganjil genap di jalur utama Garut, terutama menuju objek wisata mulai pagi sampai menjelang malam.
“Sudah dilaksanakan dari pagi, siang, dan sore, sampai pukul 18.00 WIB,” kata Karyaman.
Ia menyampaikan petugas yang disiagakan untuk operasi ganjil genap kendaraan wisatawan yakni di pertigaan Jalan Panunjuk, perempatan Jalan Jemani, dan Jalan Cipanas kawasan Hotel Harmoni.
Selain siaga di pos pemberlakuan ganjil genap itu, kata dia, sejumlah petugas juga melakukan patroli untuk memantau kelancaran arus lalu lintas di wilayah Limbangan dan Malangbong atau jalur menuju Kabupaten Tasikmalaya.
“Saya tadi cek jalur Limbangan, Malangbong, ini masih di Kadungora,” katanya.
Ia mengatakan tujuan pemberlakuan kendaraan ganjil genap di jalur wisata itu untuk menghindari kerumunan di tempat wisata dan juga menjaga status PPKM di Garut yang saat ini Level 2 agar tidak turun ke Level 3 atau 4 seperti yang terjadi di daerah lain.
Baca Juga: Pembangunan Jalur Puncak II, Pusatnya Lelet, Cianjur-Bogor Makin Greget
Di Majalengka, ganjil genap dilakukan di objek wisata Paralayang. “Kami terapkan ganjil genap untuk mengantisipasi membludaknya masyarakat yang berwisata,” kata KBO Lantas Polres Majalengka Ipda Toni Margianto di Majalengka, Minggu.
Ia mengatakan penyekatan untuk sistem ganjil genap dilakukan di jalan menuju pintu masuk objek wisata Paralayang, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, sistem tersebut diberlakukan mulai pukul 08.00 WIB WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung objek wisata tersebut.
Satu persatu kendaraan pengunjung menuju Wisata Paralayang, lanjut Toni, diperiksa pelat nomornya oleh petugas gabungan dari Polres Majalengka, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.
“Lokasinya untuk sementara hasil kajian yang paling rawan adalah di Paralayang, makanya untuk sekarang penerapan ganjil genap hanya di Paralayang saja,” tuturnya.
Daerah wisata pertama yang melakukan ganjil genap adalah Kabupaten Bogor dan kemudian Cianjur. Ganjil genap dilakukan untuk menyekat wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Puncak.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta setiap pemda kooperatif dalam penanganan arus lalu lintas di masing-masing kawasan wisata, dengan menerapkan rekayasa lalu lintas sistem ganjil-genap kendaraan.
Baca Juga: Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja
“Saya sampaikan kepada Wabup (Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan) supaya kawasan Puncak ini jangan berita macet saja. Kami mohon Polri untuk mengawal apa yang menjadi Instruksi Mendagri dan Peraturan Menteri Perhubungan serta kooperatif untuk melakukan ini,” ungkapnya usai meninjau penerapan ganjil-genap bersama dengan Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu.
Menurutnya, Presiden Joko Widodo kerap menggelar rapat terbatas, mencari jalan keluar secara matang mengenai kemacetan di beberapa kawasan wisata, bukan hanya Puncak Bogor, tapi juga di wilayah lainnya seperti Bandung, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
“Sesuai dengan terbitnya Inmendagri Nomor 42 Tahun 2021 di poin 5 bahwa untuk daerah PPKM level 3, kawasan wisata sudah dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan, serta harus ada pemberlakuan ganjil-genap di jalan-jalan menuju dan dari kawasan wisata,” kata Budi Karya. (ing)
Editor : inilahkoran


