INILAHKORAN-Tingkat keterisian tempat tidur perawatan atau Board Occupancy Rate (BOR) pasien kasus Covid-19 di rumah sakit di Kabupaten Garut naik menjadi sekitar 6,69 persen dari sebelumnya sekitar 2,61 persen, Senin (10/1/2022).
Koordinator Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Garut Muksin menyebutkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Garut, per 10 Januari 2022, BOR di rumah sakit di Garut tercatat mencapai sekitar 6,69 persen.
Atau, tepatnya mencapai sebanyak delapan unit tempat tidur dari total sebanyak 115 unit tempat tidur tersedia di tujuh rumah sakit rujukan pasien kasus Covid-19 di Garut.
Padahal sehari sebelumnya, BOR di rumah sakit di Garut hanya mencapai sekitar 2,61 persen, atau sebanyak tiga unit tempat tidur dari 115 unit tempat tidur tersedia di tujuh rumah sakit.
Sebanyak delapan unit tempat tidur terisi pasien kasus Covid-19 itu terdiri empat unit di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Slamet Garut yang menyediakan sebanyak 37 unit tempat tidur, dan sebanyak empat unit lainnya di RSU Nurhayati Garut yang menyediakan sebanyak 15 unit tempat tidur.
Kendati BOR di rumah sakit bertambah, jumlah kasus aktif Covid-19 sendiri tidak ada penambahan. Bahkan tak seorang pun berada dalam isolasi perawatan rumah sakit.
Dengan begitu, pasien kasus Covid-19 dirawat di RSU dr Slamet Garut dan RSU Nurhayati Garut itu berstatus suspek.
Muksin menuturkan, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut, per 9 Januari 2022, kasus aktif Covid-19 di Garut tersisa sebanyak tujuh kasus, dan seluruhnya sedang menjalani isolasi mandiri.
Kasus aktif adalah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan. Jumlah kasus diperoleh dari akumulasi pasien positif dikurangi akumulasi pasien sembuh dan meninggal dunia.
"Tidak ada penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif maupun pasien positif dinyatakan selesai pemantauan isolasinya. Tidak juga ada penambahan pasien meninggal terpapar Covid-19," ujarnya.
Akumulasi pasien positif Covid-19 sendiri hingga kini mencapai sebanyak 24.790 orang dengan sebanyak 23.611 orang di antaranya dinyatakan sembuh, dan sebanyak 1.172 orang lainnya meninggal dunia.(zainulmukhtar)***