BOR Rumah Sakit di Garut Naik Jadi 34 Persen
Dalam sehari, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien kasus Covid-19 di rumah sakit di Kabupaten Garut naik
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Dalam sehari, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien kasus Covid-19 di rumah sakit di Kabupaten Garut naik menjadi sebesar 34,08 persen.
Ada penambahan sekitar 2,17 persen dari BOR sehari sebelumnya yang mencapai sebesar 31,91 persen.
Begitu pun BOR di tempat isolasi terpusat (isoter) meningkat menjadi sebesar 77,67 persen dari sehari sebelumnya yang mencapai sekitar 55,87 persen.
Baca Juga: Belasan Jaksa Penuntut Umum Disiapkan Kawal Persidangan Bahar bin Smith
Kenaikan BOR tersebut tak terlepas dari melonjaknya volume harian kasus pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 292 kasus.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Garut Muksin menunjukkan, dari total tempat tidur di tujuh rumah sakit rujukan kasus Covid-19 di Garut yang mencapai sebanyak 449 unit, sebanyak 153 unit (34,08 persen) di antaranya terisi.
BOR di RS Umum Nurhayati bahkan mencapai seratus persen dari total tempat tidur tersedia sebanyak 31 unit. BOR di RS Medina mencapai sebesar 90 persen, atau sebanyak 18 unit tempat tidur terisi dari total tersedia sebanyak 20 unit. Di RS Umum Annisa Queen, BOR-nya mencapai sebesar 55 persen, atau sebanyak 22 unit tempat tidur terisi dari total tersedia sebanyak 40 unit.
Baca Juga: Injtensitas Hujan Tinggi, BPBD KBB Imbau Warga Waspada Bencana Banjir dan Longsor
BOR di RS Umum Tk IV Guntur juga cukup tinggi, mencapai sebesar 42,05 persen. Ada sebanyak 37 unit tempat tidur terisi dari total tersedia sebanyak 88 unit.
BOR di RS Umum Daerah dr Slamet Garut mencapai sekitar 26,67 persen, atau sebanyak 40 unit tempat tidur terisi dari total tersedia sebanyak 150 unit, dan BOR di RS Umum Daerah Pameungpeuk Provinsi Jawa Barat mencapai sekitar 5 persen, atau sebanyak lima unit tempat tidur terisi dari total tersedia sebanyak 100 unit.
Sedangkan BOR di RS Umum Intan Husada masih menunjukkan nol persen dari total tempat tidur tersedia sebanyak 20 unit.
Selain di tujuh rumah sakit, BOR di tiga tempat isoter juga meningkat signifikan menjadi sebesar 77,67 persen dari sehari sebelumnya yang mencapai sebesar 55,87 persen. Ada penambahan angka keterisian tempat tidur sebesar 18 persen.
Baca Juga: Asep Gufron Sebut Isoman di Hotel Lebih Murah Dari Rumah Sakit
Berbeda dengan sehari sebelumnya, tempat isoter yang tempat tidurnya terisi hanya di Rusunawa Gandasari yang mencapai seratus persen, kini dua tempat isoter lainnya pun mulai diisi.
BOR di Islamic Center Garut mencapai sekitar 70,31 persen, atau sebanyak 45 tempat tidur terisi dari total tempat tidur tersedia sebanyak 64 unit. Sedangkan BOR di tempat isoter Karangsari di selatan Garut mencapai 3,33 persen, atau sebanyak satu unit tempat tidur terisi dari total tersedia sebanyak 30 unit.
Secara keseluruhan, ada sebanyak 167 unit tempat tidur terisi dari tempat tidur tersedia sebanyak 215 unit di ketiga tempat isoter yang ada di Garut tersebut.
Kasus aktif Covid-19 di Garut sendiri kini menembus angka 1.057 kasus.
Sebanyak 153 kasus di antaranya dalam isolasi perawatan rumah sakit, dan selebihnya 904 kasus dalam isolasi perawatan mandiri.(zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran


